@thesis{thesis, author={Bilqist Maryam Nabila}, title ={KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS DENGAN PENDEKATAN KONTEKSUAL DAN SAINTIFIK}, year={2021}, url={http://eprints3.upgris.ac.id/id/eprint/5997/}, abstract={Kemampuan berpikir kreatif matematika merupakan salah satu kemampuan yang sangat penting bagi siswa. Berpikir kreatif merupakan kemampuan matematis tingkat tinggi yang meliputi aspek kelancaran, keluwesan, kebaruan dan elaborasi. Pendekatan pembalajaran saintifik dan pendekatan pembelajaran kontekstual/CTL (Contextual Teaching Learning) merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yang dilaksanakan di MA AL-AHROM Demak tahun ajaran 2020/2021, dengan subjek penelitian kelas XI MIA 1 dan kelas XI MIA 2 yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Terdapat dua tahap dalam penelitian ini yaitu: pemberian soal tes berpikir kreatif matematis dan wawancara. Penelitian ini bertujuan untuk (1) untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar ditinjau dari kemampuan berpikir kreatif matematis antara kelas dengan pendekatan kontekstual dan pendekatan saintifik, (2) untuk mengetahui profil kemampuan berpikir kreatif siswa pada kelas dengan pendekatan kontekstual, (3) dan untuk mengetahui profil kemampuan berpikir kreatif siswa pada kelas dengan pendekatan saintifik. Teknik analisis data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, wawancara dan tes. Hasil penelitian ini adalah (1) Terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar siswa ditinjau dari kemampuan berpikir kreatif matematis dengan pendekatan kontekstual dan pendekatan saintifik dengan signifikan perbedaan rata-rata 0,000 dengan Sig. [2-tailed] < 0,05, (2) Profil kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada kelas dengan pendekatan kontekstual memenuhi 4 aspek berpikir kreatif yaitu: fluency, flexibility, orisinality dan elaboration, (3) dan Profil kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada kelas dengan pendekatan saintifik hanya memenuhi 3 aspek yaitu: fluency, orisinality dan elaboration. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual lebih baik dari hasil pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik. Kata Kunci: kemampuan berpikir kreatif; pendekatan saintifik; pendekatan kontekstual.} }