@thesis{thesis, author={WIDOWATI DYAH HUTAMI}, title ={ANALISIS KOMUNIKASI ORANGTUA DAN ANAK DALAM MEMBANGUN SIKAP PERCAYA DIRI ANAK USIA 3-4 TAHUN DI KB HJ. ISRIATI BAITURRAHMAN 1 SEMARANG}, year={2021}, url={http://eprints3.upgris.ac.id/id/eprint/6338/}, abstract={DYAH HUTAMI WIDOWATI. NPM 14150073. ?Analisis Komunikasi Orangtua Dan Anak Dalam Membangun Sikap Percaya Diri Pada Usia 3 ? 4 tahun KB HJ. Istriati Baiturrahman 1 Semarang.? Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Pendidikan. Univeritas PGRI Semarang 2021. Latar belakang masalah penelitian ini adalah orangtua masih belum memahami komunikasi yang tepat untuk anak. Meskipun orangtua berkomunikasi dengan anak setiap hari. Setiap orangtua memiliki intensitas berbeda dan cara yang berbeda dalam berkomunikasi, karena hal tersebut maka perlunya menerapkan pentingnya komunikasi dalam menumbuhkan sikap percaya diri anak. Fokus dalam penelitian ini adalah mendiskripsikan Analisis Komunikasi Orangtua Dan Anak Dalam Membangun Sikap Percaya Diri Anak Usia 3 - 4 tahun KB Hj. Isriati Baiturrahman 1 Semarang dan upaya bagaimana cara komunikasi orangtua dan anak dalam membangun sikap percaya diri. Tujuan yang hendak dicapai oleh peneliti adalah menjelaskan bagaimana pola komunikasi yang tepat orangtua dan anak dalam membangun sikap percaya diri anak usia 3 - 4 tahun. Jenis penelitian dalam penelitian ini deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi. Teknik analisis data yaitu data reduction, data display dan conclusion. Hasil analisis data dalam penelitian menunjukan bahwa peneliti menemukan enam orangtua menggunakan pola komunikasi demokratis, dua orangtua menggunakan pola komunikasi permisif dan dua orangtua menggunakan pola komunikasi otoriter. Rasa percaya diri yang muncul dapat dibangun melalui komunikasi yang baik antara orangtua dan anak. Komunikasi orangtua dan anak dapat dilakukan dengan menggunakan kata-kata positif dan menghindari kata-kata negatif yang dapat merusak percaya diri anak. Memberikan pujian kepada anak namun tidak berlebihan, tidak terlalu banyak melarang anak karena membuat anak ketakutan dan memberikan kasih sayang serta perhatian yang cukup kepada anak.} }