@thesis{thesis, author={FIKRI AFRIZAL YUSUF ALI and SEPTIARI ANDIK}, title ={PENGARUH PARKIR PADA BADAN JALAN MT. HARYONO TERHADAP KINERJA RUAS JALAN (Studi Kasus : Simpang Sompok MT. Haryono – Simpang Metro Peterongan Dari Arah Jl. Dr. Cipto)}, year={2021}, url={http://eprints3.upgris.ac.id/id/eprint/6433/}, abstract={Minimnya ruang parkir yang disediakan Pemerintah Kota Semarang di ruas Jalan MT. Haryono depan Pasar Peterongan menyebabkan masyarakat mengunakan bahu jalan untuk dijadikan tempat parkir kendaraan (on street parking) sehingga berdampak pada pengurangan tingkat penggunaan jalan dan pelayanan jalan yang hanya melewati ruas jalan tersebut menerima dampak negatif berupa waku tempuh yang lebih lama yang pada akhirnya menimbulkan penambahan Biaya Operasional Kendaraan (BOK). Selain itu, on street parking juga dilakukan oleh angkutan umum yang menaikkan dan menurunkan penumpang di depan Pasar Peterongan yang diakibatkan karena kurangnya tempat pemberhentian angkutan (halte). Parkir pada tepi jalan (on street parking) memanfaatkan sebagian ruas jalan, sehingga mengakibatkan terjadinya pengurangan lebar efektif jalan yang akan mempengaruhi volume lalu lintas yang dapat di tamping ruas jalan tersebut. Kondisi lalu lintas jam puncak di Jalan MT. Haryono ditentukan berdasarkan nilai tingkat DS. Bahwa Kinerja ruas jalan menunjukkan terburuk terdapat pada pukul 07.30-08.30 dengan nilai ratio 1,14 dan mempunyai kecepatan rata-rata 43 km/jam dengan tingkat pelayanan pada level F, yaitu arus tertahan, kondisi terhambat dan kecepatan kendaraan <50 km/jam, sehingga berpengaruh pada kapasitas dan kecepatan di ruas jalan ini. Tingkat pelayanan pada level F juga terjadi pada pukul 15.30-16.30 dan pukul 16.30-17.30 dengan nilai ratio masing-masing adalah 1,01 dan 1,11. Angkutan umum paling banyak menggunakan on street parking terjadi pada pukul 07.30-08.30 dengan jumlah angkutan umum masuk sebanyak 141 kendaraan dan angkutan umum keluar sebanyak 127 kendaraan, sedangkan angkutan umum paling sedikit menggunakan on street parking terjadi pada pukul 17.30-18.30 dengan jumlah angkutan umum masuk sebanyak 46 kendaraan dan angkutan umum keluar sebanyak 38 kendaraan. Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa ankutan umum menjadi kendaraan yang paling banyak melakukan on street parking di badan Jl. MT. Haryono yang menyebabkan timbulnya masalah kemacetan.Biaya kemacetan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah Biaya Operaional Kendaraan (BOK) akibat penurunan kecepatan dengan menggunakan metode HDM VOC (Highway Design and Maintenanc Standart Vehicle Operating Cost). Penambahan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) atau external cost yang dikeluarkan adalah Rp. 168,51- selama 12 jam penelitian. Kata kunci : Parkir, Angkutan Umum, BOK, Ruas Jalan} }