@thesis{thesis, author={SAPUTRI MAULIDA JAMELIANI}, title ={PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK SEBAGAI KORBAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG (Studi Kasus Putusan Nomor 1404/Pid.B/2013/PN.Mks)}, year={2021}, url={http://eprints3.upgris.ac.id/id/eprint/6711/}, abstract={Perdagangan orang (human trafficking) menurut definisi dari Pasal 3 Protokol PBB berarti perekrutan, pengiriman, pemindahan, penampungan, atau penerimaan seseorang, dengan ancaman atau penggunaan kekerasan atau bentuk- bentuk lain dari pemaksaan, penculikan, penipuan, kebohongan atau penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan atau memberi atau menerima pembayaran atau memperoleh keuntungan agar dapat memperoleh persetujuan dari seseorang yang berkuasa atas orang lain, untuk tujuan eksploitasi. Dalam penulisan skripsi ini dibahas permasalahan pertama dengan Pengaturan Tindak Pidana Perdagangan Orang menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007, kedua Perlindungan Hukum Terhadap Anak Korban Perdagangan Orang. Analisis Yuridis Putusan No. 1404/Pid.B/2013/PN.Mks. Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah yuridis normatif yang bersifat desktriptif. Dengan menggunakan data sekunder, yang berkaitan dengan Perdagangan perempuan dan Anak serta putusan No. 1404/Pid.B/2013/PN.Mks yang terkait. Metode pengumpul data yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah melalui studi dokumen dan metode studi pustaka (library research). Analisis data menggunakan metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif analitis. Hasil Penelitian dalam Skripsi ini menunjukkan Dalam Putusan No. 1404/Pid.B/2013/PN.Mks, disimpulkan bahwa Putusan Hakim atau putusan pengadilan merupakan aspek penting dan diperlukan untuk menyelesaikan perkara pidana. Putusan Hakim berguna bagi terdakwa untuk mendapatkan kepastian hukum tentang statusnya, Hakikat dari pertimbangan yuridis merupakan pembuktian unsur-unsur dari suatu tindak pidana perbuatan terdakwa tersebut telah memenuhi dan sesuai dengan tindak pidana yang didakwaan oleh penuntut umum. Kata kunci : perdagangan orang,tindak pidana} }