@thesis{thesis, author={MANSUR MUHAMAD}, title ={ANALISIS KESULITAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH SISWA SDN NGADIKERSO II KECAMATAN SUMOWONO KABUPATEN SEMARANG}, year={2021}, url={http://eprints3.upgris.ac.id/id/eprint/6820/}, abstract={MUHAMAD MANSUR.NPM 13120598. ?Analisis Kesulitan Pembelajaran Jarak Jauh Siswa Ngadikerso II Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang?. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas PGRI Semarang. Dosen Pembimbing I Sukamto, S.Pd., M.Pd. Dosen Pembimbing II Khusnul Fajriyah, S.Pd., M.Pd. 2020. Latar belakang yang mendorong dalam penelitian ini adalah berbagai macam kendala pembelajaran jarak jauh yang dialami siswa sekolah dasar dimasa pandemic di SDN Ngasikerso kecamatan Sumowono. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan yang dialami siswa saat proses pembelajaran jarak jauh. Jenis penelitian ini kualitatif metode diskriptif, subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Ngadikerso II Sumowono, sumber data diperoleh melalui wawancara, dokumen dan pengisian angket. Pengecekan data dengan cara trigulasi tehnik dan sumber, sedangkan tehnik analisis data melalui tahap reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran jarak jauh, kesulitan yang dialami siswa dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal yeng saling berkaitan, faktor internal siswa berkaitan dengan sikap siswa saat mengikuti pembelajaran jarak jauh sedangkan faktor eksternal berkaitan dengan gaguan yang dialami siswa saat mengikuti pembelajaran, fasilitas penunjang siswa, metode pembelajaran jarak jauh yang kurang fleksibel sehinga siswa merasa bosan Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat diambil dalam pembelajaran jarak jauh pembelajaran melalui internet perlu di timbangkan mengenai sumber daya manusia terutama orangtua siswa dan orangtua siswa, apakah mereka siap dengan pembelajaran berbasis tehnologi ini dengan baik. Guru harusnaya tidak memberikan pembelajaran secara olin (daring) saja tetapi juga melakukan pembelajaran dengan mengunjungi rumah siswa sewilayah dan mengumpulkan disalah satu rumah siswa atau meminjam fasilitas bangunan desa dan melakukan pembelajaran scara tatap muka (luring) tanpa mengabaikan protocol kesehatan} }