@thesis{thesis, author={WIDYAWATI WINDI}, title ={UPAYA MENUMBUHKAN KARAKTER PEDULI SOSIAL MELALUI TALKING DOLL PADA ANAK USIA 3 – 4 TAHUN DI KB PRATAMA KASIH SAYANG SAWAHBESAR}, year={2021}, url={http://eprints3.upgris.ac.id/id/eprint/6830/}, abstract={WINDI WIDYAWATI. NPM 18156035. ?Upaya Menumbuhkan Karakter Peduli Sosial Melalui Talking Doll Pada Anak Usia Dini Usia 3 ? 4 Tahun Di KB Pratama Kasih Sayang Kec. Gayamsari Kota Semarang Tahun Pelajaran 2020/2021. Skripsi Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Pendidikan UNIVERSITAS PGRI SEMARANG. UPGRIS Semarang,2021. Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah kurangnya rasa peduli anak terhadap sesama terutama kepada teman dilingkungan sekolah. Hal itu disebabkan pola asuh dilingkungan rumah.Sehingga peneliti mencoba menerapkan kegiatan pembelajaran melalui talking doll untuk meningkatkan kemampuan kepedulian sosial anak di KB Pratama Kasih Sayang.Untuk mengetahui seberapa jauh teknik talking doll dapat meningkatkan kemampuan kepedulian sosial, maka perlu dilakukan penelitian tindakan Tahun Ajaran 2020/2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah anak kelompok bermain usia 3 ? 4 tahun yang berjumlah 10 anak yang terdiri 6 anak perempuan dan 4 anak laki-laki. Prosedur penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus.Tiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu 1) membuat perencanaan, 2) melakukan tindakan, 3) mengadakan pengamatan, 4) merefleksi hasil pengamatan tindakan.Setiap siklus dilaksanakan 3 kali pertemuan. Data yang terkumpul dalam bentuk tabel dan grafik menjelaskan setiap indikator pada siklus setiap pertemuan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh, mengumpulkan dan menganalisis data yang digunakan dalam observasi sesuai kebutuhan dilapangan mengenai pemahaman sikap peduli anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepedulian anak dapat meningkat melalui kegiatan talking doll. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya kepedulian terhadap teman sesuai indikator yang telah ditentukan dalam setiap kali pertemuan baik dalam siklus I maupun siklus II. Pada awal tindakan terdapat 2 anak atau 20% anak mampu bersikap peduli dengan penilaian mulai berkembang.Sedangkan akhir tindakan 8 anak atau 80% anak mampu bersikap peduli dengan penilaian berkembang sangat baik.Berdasarkan hasil penelitian dapat disampaikan bahwa pembelajaran menggunakan talking dollmembuat anak tertarikkarena media yang digunakan dapat digerakkan jugasebagai salah satu alternatif guru dalam mengajar.} }