@thesis{thesis, author={LABIBAH NAILA}, title ={ANALISIS KESALAHAN SISWA BERDASARKAN TEORI NEWMAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PADA MATERI PECAHAN KELAS V MADRASAH IBTIDAIYAH}, year={2021}, url={http://eprints3.upgris.ac.id/id/eprint/6933/}, abstract={NAILA LABIBAH. NPM 16120397. ?Analisis Kesalahan Siswa Berdasarkan Teori Newman Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Materi Pecahan Kelas V Madrasah Ibtidaiyah?. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Semarang. Konteks penelitian yang mendorong penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas V MIS Karangjompo pada pelajaran matematika terutama dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi pecahan. Hal ini disebabkan karena siswa kesulitan dalam menyelesaikan soal materi pecahan terutama jika dalam soal tersebut terdapat bilangan pecahan dan bilangan decimal sehingga siswa melakukan kesalahan-kesalahan saat mengerjakan soal cerita materi pecahan. Fokus penelitian ini adalah kesalahan siswa berdasarkan teori Newman, menyelesaikan soal cerita, materi pecahan, siswa kelas V MIS Karangjompo Pekalongan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi kesalahan siswa kelas V MIS Karangjompo Pekalongan dalam menyelesaikan soal cerita materi pecahan berdasarkan teori Newman dan untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya kesalahan siswa kelas V MIS Karangjompo Pekalongan dalam menyelesaikan soal cerita pada materi pecahan berdasarkan teori Newman. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskripsi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V MIS Karangjompo Pekalongan yang berjumlah 15 siswa, dari 15 siswa yang mengikuti tes 6 siswa terpilih dilakukan wawancara . Data dalam penelitian ini diperoleh melalui tes tertulis, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan analisis data dilakukan dengan Triangulasi teknik. Hasil analisis menunjukan bahwa siswa mengalami kesalahan pada masing-masing butir soal dengan berbagai jenis kesalahan yakni kesalahan membaca sebanyak 1 kesalahan dengan persentase 1,67%, kesalahan memahami masalah sebanyak 22 kesalahan dengan persentase 36,67%, kesalahan transformasi masalah sebanyak 31 kesalahan dengan persentase 51,67%, kesalahan keterampilan proses sebanyak 39 kesalahan dengan persentase 65%, dan kesalahan penulisan jawaban akhir sebanyak 51 kesalahan dengan persentase 85%. Terdapat beberapa penyebab terjadinya kesalahan yaitu kurangnya pengetahuan simbol-simbol yang terdapat dalam soal matematika, tidak bisa menentukan langkah-langkah penyelesaian, tidak memahami maksud soal, tidak bisa melanjutkan perhitungan, tidak bisa mengubah soal ke bentuk matematika, tidak memahami konsep pecahan dan tidak teliti dalam menyelesaikan soal serta terburu-buru saat mengerjakan soal. Saran yang diberikan dari penelitian ini adalah sebaiknya guru membiasakan siswa untuk berlatih mengerjakan soal cerita agar dapat melatih siswa untuk menyusun model matematika yang sesuai dengan soal sehingga mempermudah siswa untuk melakukan perhitungan matematis yang sesuai serta siswa akan lebih terlatih dalam berpikir, perhitungan dan penggunaan konsep} }