@thesis{thesis, author={MAHILAH LAILA ANIDA}, title ={PENGARUH KONSELING KELOMPOK REALITA TERHADAP RESILIENSI SISWA DARI KELUARGA BROKEN HOME KELAS VIII DI SMP NEGERI 39 SEMARANG}, year={2020}, url={http://eprints3.upgris.ac.id/id/eprint/6960/}, abstract={Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah rendahnya resiliensi siswa dari keluarga broken home. Hal tersebut dikarenakan kondisi keluarga yang tidak mendukung proses tumbuh kembang siswa, sehingga menyebabkan anak menunjukan perilaku-perilaku yang tidak bertanggungjawab seperti membolos, merokok, pesimis terhadap masa depan, menarik diri dari lingkungan sosial bahkan sampai mengkuti tawuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh konseling kelompok realita terhadap resiliensi siswa dari keluarga broken home. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian true experimental design, dengan model pre-test post-test control group design. Pada penelitian ini proses eksperimen dibagi menjadi tiga tahap yaitu, persiapan eksperimen, pelaksanaan eksperimen, dan akhir eksperimen. Instrumen penelitian ini berupa kuesioner tingkat resiliensi yang terdiri dari 68 item pernyataan yang dikembangkan berdasarkan teknik penyusunan skala model Likert. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas VIII SMP N 39 Semarang dengan jumlah siswa 315 siswa. Kelas VIII C adalah kelas yang dipergunakan untuk tryout untuk menguji validitas dan reliabilitas dengan nilai Cronbach's Alpha 0,848 maka instrumen dinyatakan reliabel. Sampel yang digunakan adalah 12 siswa broken home yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil perhitungan uji t nilai sig pada output tabel > 0,05 pada hasil perhitungan output Paired T test, diperoleh nilai sig. sebesar 0,40 kemudian hasil perhitungan analisis data post-Test diketahui skor rata-rata kelompok eksperimen resiliensi siswa broken home menjadi meningkat dari 49,7 dan menjadi 69,6 setelah dilaksanakannya treatmen. Pada kelompok eksperimen terjadi peningkatan sebesar 19,9. Sedangkan pada kelompok yang tidak diberikan treatmen konseling kelompok reaalita terjadi peningkatan yang minim, yaitu dari 50,1 menjadi 61,2. Pada kelompok kontrol terjadi peningkatan sebesar 11,1. Selisih antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yaitu 8,8. dengan demikian maka Ho ditolak dan Ha diterima sehingga ada pengaruh konseling kelompok realita terhadap resiliensi siswa dari keluarga broken home di SMP N 39 Semarang. Kata Kunci : Resiliensi siswa dari keluarga broken home, Konseling kelompok realita} }