@thesis{thesis, author={Afifah Aizzatul}, title ={PROFIL INFORMAL REASONING (IR) SISWA SMA NEGERI SE-KABUPATEN JEPARA}, year={2019}, url={http://eprints3.upgris.ac.id/id/eprint/7214/}, abstract={Informal Reasoning (IR) merupakan kemampuan bernalar yang digunakan individu ketika mempertimbangkan dan menyelesaikan permasalahan SSI (Socio-Scientific Issues). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil Informal Reasoning siswa di SMA Negeri se-Kabupaten Jepara. Subjek dalam penelitian adalah siswa SMA Negeri kelas XI IPA di Kabupaten Jepara yang berjumlah 310 siswa. Teknik sampling untuk penelitian ini yaitu Proportionate Stratified Random Sampling. Metode yang digunakan yaitu survey melalui tes informal reasoning dengan instrumen tes tertulis berupa lembar soal pilihan ganda dan uraian, serta data non tes sebagai data pendukung dengan lembar observasi sekolah, lembar wawancara guru dan lembar wawancara siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan Informal Reasoning (IR) siswa SMA Negeri se-Kabupaten Jepara dikategorikan ?baik? dengan perolehan nilai rata- rata 72,61. Persentase rata-rata nilai untuk kategori ?baik? yaitu 79,68% kategori ini diperoleh karena jawaban siswa menanggapi suatu isu mempertimbangkan resiko dan manfaat serta respon emosional terhadap pihak yang berhubungan dengan isu tersebut. Kategori ?sangat baik? memperoleh persentase sebesar 12,26% hal ini karena jawaban siswa menanggapi suatu isu bersifat logis dengan menggunakan pemahaman dan bahasa ilmiah dan atas berbagai macam pertimbangan. Sedangkan untuk kategori ?cukup baik? memperoleh persentase sebesar 8,06% hal ini karena jawaban siswa menanggapi suatu isu mempertimbangkan rasa kepedulian (simpati dan empati). Hasil penguasaan pada masing-masing pola Informal Reasoning (IR) yaitu pola rasional dengan persentase tertinggi 46% kemudian pola intuitif dengan persentase 28%, sedangkan pola emotif dengan persentase terendah sebesar 27%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan Informal Reasoning (IR) siswa SMA Negeri di Kabupaten Jepara dalam menanggapi permasalahan HIV-AIDS, kloning, dan Genetically Modified Organism (GMO) dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya kompetensi guru dalam mengajar, keadaan sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan pembelajaran, demografi wilayah, faktor internal dan eksternal siswa, serta kemampuan kognitif siswa. Kata kunci : Informal reasoning, intuitif, emotif dan rasional} }