@thesis{thesis, author={Umainah Siti Para}, title ={PROSES BERPIKIR SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN TEORI POLYA DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT}, year={2020}, url={http://eprints3.upgris.ac.id/id/eprint/7241/}, abstract={Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses berpikir siswa kelas X SMA dalam menyelesaikan masalah matematika berdasarkan teori Polya ditinjau dari adversity quotient. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Juwana yang terdiri dari tiga siswa saja. Kriteria pemilihan subjek berdasarkan pada tipe adversiti quotient (AQ) yaitu climber, camper, quitter dan kelancaran pada saat berkomunikasi (lisan dan tulisan). Instrumen yang digunakan dalam penelitian yaitu tes ARP (Angket Respons Profile), tes kemampuan pemecahan masalah dan pedoman wawancara. Keabsahan data menggunakan triangulasi metode yaitu membandingkan hasil informasi yang diperoleh dari tes tertulis dan wawancara. Hasil penelitian proses berpikir siswa dalam menyelesaikan masalah matematika berdasarkan teori Polya ditinjau dari adversity quotient adalah sebagai berikut: 1) Siswa dengan AQ Climber melakukan proses berpikir asimilasi dalam memahami masalah. Siswa melakukan proses berpikir asimilasi dalam menyusun rencana penyelesaian. Dalam menyelesaikan masalah siswa melakukan proses berpikir asimilasi dan akomodasi. Dan dalam mengecek kembali hasil yang diperoleh, siswa melakukan proses berpikir asimilasi dan akomodasi. 2) Siswa dengan AQ Camper melakukan proses berpikir akomodasi dalam memahami masalah. Siswa melakukan proses berpikir asimilasi dalam menyusun rencana penyelesaian. Dalam menyelesaikan masalah, siswa melakukan proses berpikir akomodasi. Dan dalam mengecek kembali hasil yang diperoleh, siswa melakukan proses berpikir akomodasi. 3) Siswa dengan AQ Quitter melakukan proses berpikir asimilasi dalam memahami masalah. Siswa tidak melakukan proses berpikir asimilasi dan akomodasi dalam menyusun rencana penyelesaian. Dalam menyelesaikan masalah, siswa tidak melakukan proses berpikir asimilasi dan akomodasi. Dan dalam mengecek kembali hasil yang diperoleh, siswa tidak melakukan proses berpikir asimilasi dan akomodasi. Kata Kunci: Proses Berpikir, Pemecahan Masalah Matematika, Adversitu Quotient} }