@thesis{thesis, author={SUNARTO -}, title ={ANALISA PERFORMA MESIN IRAT BAMBU DENGAN PERBANDINGAN RASIO SPROCKET UNTUK PEMBUATAN BELAHAN BAMBU SEBAGAI JEBAKAN UDANG}, year={2020}, url={http://eprints3.upgris.ac.id/id/eprint/7481/}, abstract={Salah satu industri kecil yang berkembang dipesisir jalan arteri kecamatan Kaliwugu kabupaten Kendal adalah pengrajin bambu sebagai alat menjebak udang di pertambakan atau loho kalau untuk bahasa orang pertambakan, usaha tersebut masih berskala industry rumah tangga namun banyak pemesan dari luar kotapun memesan alat tangkap udang disitu, permasalahan dari pengrajin loho tersebut kurangnya mesin irat bamboo yang udah di belah menjadi beberapa bagian sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk menyirat belahan bambu tersebut karena masih menggunakan pisau manual dengan kemampuan tangan. Pada Penelitian ini menggunakan metode penelitian ini penelitian eksperimen (true experiment), diartikan sebagai metode yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan, dengan populasi sampel mesin irat bambu menggunakan motor listrik 1 hp dengan putaran mesin 1445 rpm menggunakan sampel rasio 9 perbedaan rasio sprocket yaitu rasio sprocket 15:42, 15:40, 15:37, 14:42, 14:40, 14:37, 12:42, 12:40, 12:37 diambil dari aspek waktu (s), daya (watt), dan rpm untuk mencari konsumsi daya listrik dalam proses produksi 1 jam pengiratan. Dari hasil pengujian rasio sprocket mempunyai hasil yang berbeda-beda, 2. Perbandingan rasio sprocket yang diasumsikan oleh peneliti dari segi konsumsi daya listrik terhadap hasil kapasitas produksi adalah 15 : 42 dengan hasil jumlah pengiratan 3870/jam dan beban konsumsi daya listriknya 0,30 kwh Kata Kunci : Industri kecil, Mesin irat bambu, Rasio sprocket} }