@thesis{thesis, author={HARDHYATY FITRIANA}, title ={ANALISIS PROSES PEMBELAJARAN SCIENCE INQUIRY PADA ANAK USIA DINI DI KELOMPOK TK A PUSAT UNGGULAN PAUD TAMAN BELIA CANDI SEMARANG}, year={2020}, url={http://eprints3.upgris.ac.id/id/eprint/7615/}, abstract={Fitriana Hardhyaty NPM 16150021. ?Analisis Proses Pembelajaran Science Inquiry pada Anak Usia Dini Kelompok TK A di Pusat Unggulan PAUD Taman Belia Candi Semarang?. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Semarang. Universitas PGRI Semarang. 2020. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rasa keingintahuan peneliti mengenai proses pembelajaran science inquiry di Pusat Unggulan PAUD Taman Belia Candi Semarang. Proses pembelajaran merupakan upaya untuk memberikan stimulasi kepada anak agar menimbulkan respon positif pada diri anak. Dengan menerapkan proses pembelajaran science inquiry, guru dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis pada diri anak. Tujuan yang ingin dicapai peneliti adalah mendeskripsikan dan menganalisis proses pembelajaran science inquiry pada anak usia dini kelompok TK A di Pusat Unggulan PAUD Taman Belia Candi Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Prosedur pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subyek penelitian ini adalah guru. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa guru ? guru di Pusat Unggulan PAUD Taman Belia Candi Semarang telah menerapkan proses pembelajaran science inquiry. Penerapan proses pembelajaran science inquiry tersebut dilakukan dengan 4 (empat) pijakan, yaitu: pijakan lingkungan main, pijakan sebelum main, pijakan saat main, dan pijakan setelah main. Adapun langkah ? langkah proses pembelajaran science inquiry, yaitu: (a) orientasi; (b) merumuskan masalah; (c) mengajukan hipotesis; (d) mengumpulkan data; (e) menguji hipotesis; (f) membuat kesimpulan. Terdapat 3 (tiga) hal yang menjadi kekhasan dalam penerapan proses pembelajaran science inquiry di Pusat Unggulan PAUD Taman Belia Candi Semarang, yaitu: (a) Guru melakukan invitasi dengan menarik untuk membangkitkan rasa ingin tahu pada anak; (b) Guru melakukan provokasi pada anak untuk meningkatkan semangat anak dalam menemukan ide pemecahan masalah; (c) Guru mengajukan pertanyaan dengan model ?open ended question? untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada anak. Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat disampaikan adalah supaya semua guru PAUD membekali diri dengan kemampuan guna mempersiapkan dan menerapkan proses pembelajaran science inquiry. Kata Kunci : Proses Pembelajaran; Science Inquiry; Pendidikan Anak Usia Dini} }