@thesis{thesis, author={HARDIYANTI ALYA PUTRI}, title ={EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP SIKAP ILMIAH DAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS V SDN TANJUNGANYAR 2}, year={2023}, url={http://eprints3.upgris.ac.id/id/eprint/783/}, abstract={Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya pemahaman siswa dalam pelaksanaan pembelajaran yang masih berpusat pada guru yang hanya menjelaskan materi sehinga siswa hanya menerima ilmu dari guru dan tidak mengetahui sesuatu dari pengalamannya. Hal ini menyebabkan pembelajaran siswa menjadi pasif sehingga belum meningkatkan sikap ilmiah dan hasil belajar pada pembelajaran IPA. Hal itu dilihat dari capaiannya berada dibawah kriteria ketuntasan minimal (KKM) mata pelajaran IPA yang telah ditetapkan yaitu nilai 70. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dalam bentuk pre experimental design dengan jenis one group pretest-posttest (satu kelompok pretest-postest). Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN Tanjunganyar 2. Sampel yang diambil adalah 34 siswa kelas V. Teknik pengambilan sampel yang akan digunakan yaitu non probability sampling tipe purposive sampling. Berdasarkan hasil data yang diperoleh rata-rata hasil pretest diperoleh rata- rata kelas sebesar 46,764. Data hasil belajar pada materi perubaan wujud benda diketahui bahwa Dari hasil uji t berpasangan didapatkan thitung sebesar 10,146 dan ttabel dari df yaitu 33 sebesar 1,740, dengan syarat jika thitung ? ttabel 10,146 ? 1,740. Artinya hasil belajar siswa sebelum dan sesudah perlakuan dari nilai pretest sebesar 46,7 dan nilai posttest sebesar 87,1, maka hasil belajar sesudah diberi perlakuan mengalami peningkatan. Berdasarkan data hasil sikap ilmiah dan hasil belajar siswa yang diperoleh, uji N-Gain sikap ilmiah diatas menunjukkan bahwa, nilai rata-rata N-Gain sebesar 77.69%. Perolehan N-Gain dalam persentase g > 0,7 kategori g-Tinggi. Sedangkan pengaruh peningkatan hasil belajar materi perubahan wujud benda pada kelas eksperimen mencapai kriteria nilai rata-rata N-Gain sebesar 78.98%. Perolehan N-Gain dalam persentase g > 0,7 kategori g-Tinggi. Maka keduanya bertafsiran efektif, jadi dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran inkuiri terbimbing ini efektif terhadap sikap ilmiah dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi perubahan wujud benda. Bagi peneliti lain, model pembelajaran inkuiri terbimbing ini dapat diterapkan pada pembelajaran di kelas rendah maupun tinggi dan pada materi lainnya, karena dapat menciptakan pembelajaran yang aktif, menyenangkan sehingga siswa mengingat pembelajaran dari pengalamannya} }