@thesis{thesis, author={OKTAFIANI WINDI}, title ={HUBUNGAN STATUS GIZI ANAK USIA DINI DENGAN STATUS SOSIAL EKONOMI DI DESA KEBAREPAN KECAMATAN PLUMBON KABUPATEN CIREBON JAWA BARAT}, year={2020}, url={http://eprints3.upgris.ac.id/id/eprint/7855/}, abstract={WINDI OKTAFIANI. NPM 16150023. ?Hubungan Status Gizi Anak Usia Dini dengan Status Sosial Ekonomi di Desa Kebarepan Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon Jawa Barat?. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas PGRI Semarang. 2020. Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah terdapat perbedaan pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini sesuai dengan usianya. Hal tersebut diduga disebabkan oleh pengaruh status sosial ekonomi keluarga tersebut. Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) Sosial ekonomi keluarga yang rendah, 2) Rendahnya pengetahuan orang tua akan makanan bergizi, 3) Kurangnya kepedulian orang tua akan pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini, 4) Meningkatnya angka gizi buruk yang disebabkan oleh pola makan yang tidak baik, 5) Sosial ekonomi keluarga yang rendah. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan status gizi anak usia dini dengan status sosial ekonomi di Desa Kebarepan Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebonb Jawa Barat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dalam bentuk korelasi. Populasi penelitian adalah anak usia dini dan orang tua di Desa Kebarepan. Sampel dari penelitian ini adalah anak usia dini dan orang tua di Blok Desa, Blok Kavling, dan Blok Perumahan. Jumlah responden terdiri dari 20 orang tua dan 20 anak usia dini. Data dalam penelitian ini diperoloeh melalui observasi, angket, dan pengukuran tinggi badan dan berat badan. Hasil penelitian menunjukkan nilai korelasi sebagai berikut : nilai signifikansi 0,00 dan nilai korelasi Pearson 0,89. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara status gizi anak usia dini dengan status sosial ekonomi artinya hubungan antara dua variabel bersifat positif dengan kata lain semakin tinggi tingkat status sosial ekonomi orang tua menujukkan semakin tinggi pula nilai status gizi anak. Saran penelitian bagi orang tua diharapkan bisa memberikan asupan gizi yang baik untuk anak sehingga anak dapat tumbuh dengan baik sesuai dengan usianya.} }