@thesis{thesis, author={SETYANINGRUM YAYUK}, title ={PERAN GURU KELAS DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN PADA SISWA KELAS V SD NEGERI TEGALONTAR 03 KABUPATEN PEKALONGAN}, year={2020}, url={http://eprints3.upgris.ac.id/id/eprint/7912/}, abstract={YAYUK SETYANINGRUM, ?Peran Guru kelas dalam Pembentukan Karakter Disiplin pada Siswa Kelas V SD Negeri Tegalontar 03 Pekalongan?, Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Semarang. Dosen pembimbing I Bapak Dr. Rahmat Rais, S.Ag.,M.Ag. dan Dosen pembimbing II Ibu Eka Sari Setianingsih, S.Pd.,M.Pd. September, 2020. Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah terbentuknya karakter disiplin pada diri peserta didik dilingkungan sekolah maupun pada kehidupan sehari-hari. Hal tersebut disebabkan karenaadanya peran guru di sekolah yang selalu memberi nasihat dan memberi contoh kepada peserta didiknya untuk melakukan kegiatan disiplin. Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana peran guru dalam pembentukan karakter disiplin pada siswa kelas V di SDN Tegalontar 03 Kabupaten Pekalongan, 2) Apa saja faktor pendukung dan penghambat bagi guru dalam pembentukan karakter disiplin pada siswa kelas V di SDN Tegalontar 03 Kabupaten Pekalongan. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran guru kelas dalam pembentukan karakter disiplin pada siswa kelas V SD Negeri Tegalontar 03 Pekalongan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dalam bentuk studi kasus. Subjek penelitian ini adalah guru kelas V, siswa kelas V, serta kepala sekolah. Objek dari penelitian ini adalah pembentukan karakter disiplin pada siswa. Data dari penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan angket. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa guru kelas sangat berperan (menentukan) dalam pembentukan karakter disiplin pada siswa dengan menggunakan 3 (tiga) teknik yaitu; 1) Teknik Inner Control yaitu keteladanan dalam segala aspek kehidupan sekolah sebagaimana dituangkan dalam peraturan Sekolah. 2) Teknik External Control yaitu menegakkan peraturan Sekolah dengan dua cara yaitu: Pertama memberikan hukuman yang bersifat mendidik kepada siswa yang melanggar peraturan (tidak disiplin). Kedua memberi pujian/hadiah/respon positif bagi siswa yang disiplin (tidak melanggar peraturan). 3) Teknik Cooperative Control yaitu mengadakan kerjasama yang diwujudkan dalam bentuk kontrak kerja yang berisi peraturan disiplin sekolah berupa tata tertib dan sanksinya bagi yang melanggarnya. Saran disampaikan kepada Kepala sekolah, Beliau hendaknya lebih tegas dan menjadi contoh dan teladan yang baik bagi guru dan siswanya. Sedangkan guru hendaknya memberikan variasi dalam menyampaikan pembelajaran dan tegas dalam mendisiplinkan siswa-siswanya agar siswa tidak semaunya sendiri serta siswa tidak mengacuhkan aturan yang sudah ada dan sudah berlaku.} }