@thesis{thesis, author={AMINAH IMAS SAFFANATUL}, title ={INTERFERENSI BAHASA DALAM ACARA BERITA BEDAH (BERITA DAERAH) DI BATIK TV PEKALONGAN}, year={2020}, url={http://eprints3.upgris.ac.id/id/eprint/7987/}, abstract={Manusia sebagai makhluk sosial melakukan aktivitas interaksi dan komunikasi menggunakan bahasa. Keanekaragaman yang ada di masyarakat menyebabkan masyarakat di Indonesia menguasai lebih dari satu bahasa, yaitu seperti bahasa Indonesia dengan bahasa daerahnya masing-masing atau biasa kita kenal dengan istilah kedwibahasaan atau bilingualisme. Penggunaan dua bahasa tersebut dapat menyebabkan interferensi atau pengacauan dan percampuran bahasa yang keliru dan tidak tepat. Peristiwa interferensi ini dapat terjadi dimana saja dalam tataran kehidupan, termasuk dalam penelitian ini, yaitu interferensi bahasa dalam acara berita Bedah (Berita Daerah) di Batik TV Pekalongan. Dalam hal ini peneliti tertarik untuk menemukan wujud percampuradukan bahasa yang dilakukan oleh pembawa berita, penyiar berita, wartawan, maupun narasumber. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah wujud interefrensi bahasa dalam acara berita Bedah (Berita Daerah) di Batik TV Pekalongan? Adapun tujuan penelitian ini adalah medeskripsikan wujud interferensi bahasa dalam acara berita Bedah (Berita Daerah) di Batik TV Pekalongan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif sederhana dengan metode deskriptif, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode padan teknik pilah referen dan teknik hubung banding memperbedakan (HBB). Teknik hasil penyajian analisis data dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan dalam bentuk kata-kata dan menghitung jumlah wujud interferensi bahasa dalam acara berita Bedah (Berita Daerah) di Batik TV Pekalongan. Hasil penelitian ini adalah ditemukannya wujud interferensi bahasa dalam acara berita Bedah (Berita Daerah) berupa interferensi fonologi, interferensi morfologi, dan interferensi sintaksis. Interferensi fonologi terdiri dari pengurangan fonem, penambahan fonem, dan perubahan fonem terdapat temuan 40 tuturan, interferensi morfologi terdiri dari afiksasi dan reduplikasi terdapat temuan 32 tuturan, dan interefrensi sintaksis terdiri dari frasa dan klausa terdapat temuan 48 tuturan. Saran dalam penelitian ini adalah bagi pihak program acara Bedah (Berita Daerah) di Batik TV Pekalongan agar lebih memperhatikan pemilihan kosa kata bahasa Indonesia, bagi narasumber atau masyarakat umum agar lebih memperhatikan pemilihan kosa kata dan tidak digabungkan dengan bahasa ibu (B1), dan bagi peneliti selanjutnya supaya bisa melakukan penelitian lebih lanjut.} }