@thesis{thesis, author={ANJARSARI DEWI}, title ={PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP GAYA DAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA KELAS V SDN 2 PULOREJO PURWODADI}, year={2020}, url={http://eprints3.upgris.ac.id/id/eprint/8232/}, abstract={DEWI ANJARSARI. NPM 15120434. ?Penerapan Model Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Gaya dan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Siswa Kelas V SDN 2 Pulorejo Purwodadi?. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Semarang. 2019. Penelitian ini dilatar belakangi oleh prmahaman konsep siswa yang masih rendah, hal ini berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan wali kelas V SDN 2 Pulorejo Purwodadi, hal itu dibuktikan dengan nilai pembelajaran pada kompetensi dasar IPA di dapat 70% dari siswa kelas V yang tidak melampaui KKN yaitu 70. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah penerapan model inkuiri terbimbing dapat meningkatkan pemahaman konsep gaya siswa kelas V SDN 2 Pulorejo Purwodadi ? Apakah penerapan model inkuiri terbimbing dapat meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa kelas V SDN 2 Pulorejo Purwodadi? Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah Apakah penerapan model inkuiri terbimbing dapat meningkatkan pemahaman konsep gaya siswa kelas V SDN 2 Pulorejo Purwodadi.Apakah penerapan model inkuiri terbimbing dapat meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa kelas V SDN 2 Pulorejo Purwodadi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dalam bentuk Pre- Eksperimental Design dengan jenis One Group Pretest-Posttest. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN 2 Pulorejo Purwodadi. Sampel yang diambil adalah 20 siswa kelas V. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui tes dan dokumentasi. Berdasarkan hasil data yang diperoleh rata-rata hasil pretest diperolah 50,25, kemudian dengan setelah diberi perlakuan dengan menerapkan model pembelajaran Inquiry berbantuan media poster di dapat rata-rata hasil posttest 81,5. Selanjutnya perhitungan uji t hasil belajar dengan thitung lebih besar dari ttabel (13,250 > 2,988) maka Ho ditolak. Artinya ada perbedaan pemahaman konsep siswa menggunakan model Inkuiri terbimbing. perhitungan uji t hasil belajar dengan thitung lebih besar dari ttabel (21,056 > 4,708) maka Ho ditolak. Artinya ada perbedaan keterampilan komunikasi interpersonal siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka saran yang disampaikan adalah guru dapat mengembangkan kreatifitas dalam mengajar dengan menerapkan model Inkuiri Terbimbing karena model tersebut dapat membuat peserta didik untuk membiasakan berpikir untuk mencari jawaban dari masalah yang dihadapi dalam pembelajaran memahami gaya, sehingga tujuan pembelajaran tercapai} }