@thesis{thesis, author={AYUPUSPITASARI RAGIL}, title ={TINGKAT REGULASI BELAJAR SISWA SMK NEGERI 11 SEMARANG}, year={2020}, url={http://eprints3.upgris.ac.id/id/eprint/8243/}, abstract={Ragil Ayupuspitasari. Tingkat Regulasi Belajar SMK N 11 Semarang. Skripsi. Program Studi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas PGRI Semarang. Penelitian ini dilatar belakangi masalah yang terdapat SMK N 11 Semarang yaitu kesulitan mengatur waktu belajar, sering menunda-nunda tugas sekolah/pekerjaan rumah, malas dalam belajar, kesulitan dalam memahami pelajaran dan kebiasaan mencontek waktu tes. Gambaran ini belum menunjukkan adanya fenomena regulasi belajar pada siswa. Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana tingkat regulasi belajar pada siswa SMK N 11 Semarang Dalam penelitian ini pengukuran yang dilakukan yaitu mengetahui tingkat regulasi belajar, metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala psikologis. Sampel pada penelitian ini seluruh siswa kelas X Desain Grafis SMK N 11 Semarang berjumlah 141 siswa. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan skala psikologis. Analisis yang digunakan untuk menguji validitas instrument adalah korelasi antara butir dan skor yang dikerjakan dengan rumus Product Moment dengan taraf signifikan 5% dengan responden 36 siswa, sedangkan untuk menguji reliabilitas adalah rumus Alpha dari Cronbach. Dalam mengukur regulasi belajar siswa kelas X Desain Grafis SMK N 11 Semarang meliputi tiga aspek yang di ukur yaitu pertama aspek metakognisi, kedua aspek motivasi dan ketiga aspek perilaku. Dari hasil penelitian tentang tingkat regulasi belajar siswa kelas X Desain Grafis SMK N 11 Semarang bahwa tingkat regulasi belajar siswa menunjukkan hasil yang baik yaitu siswa yang berda pada kategori tinggi dan sangat tinggi lebih banyak dengan prosentase 70% dibanding siswa yang berada pada kategori rendah yaitu 30 %. Artinya siswa kelas X Desain Grafis sudah mampu dalam mengatur dirinya dalam belajar di sekolah baik dalam mengatur atau mengarahkan pikiran, memotivasi dirinya dan juga mengatur perilaku sendiri di sekolah. Dari ketiga aspek yang diukur, pada aspek motivasi yang paling tinggi dibandingkan dengan kedua aspek yang lain seperti aspek metakognisi dan perilaku. Dalam memotivasi dirinya sendiri untuk menetapkan tujuan belajar siswa sudah mampu dibandingkan dengan mengarahkan dan mengatur kosentrasi belajar dan perilaku diri sendiri di sekolah. Saran bagi guru pembimbing yaitu Sebagai upaya pengembangan keilmuan penelitian terkait dengan regulasi belajar khususnya dalam penelitian ini yaitu gambaran tingkat regulasi belajar untuk melihat regulasi belajar yang dimiliki siswa. Bagi siswa dengan gambaran tingkat regulasi belajar siswa yang masih dikategori rendah untuk mencari alternatif belajar untuk meningkatkan regulasi belajar. Kata Kunci : Regulasi belajar} }