@thesis{thesis, author={RETNONINGSIH -}, title ={IDENTIFIKASI TINGKAT KEMATANGAN BUAH KAWIS DENGAN MENGGUNAKAN METODE STATISTIK ORDE 2 (GRAY LEVEL CO-OCCURANCE MATRIX)}, year={2020}, url={http://eprints3.upgris.ac.id/id/eprint/8316/}, abstract={Kawista (Limonia acidissima) merupakan tanaman yang termasuk anggota Rustacea. Spesies ini telah lama dikenal sebagai tanaman obat kuno Yunani dan Romawi dan menjadi obat paling penting di india. Hampir semua bagian tanaman kawista seperti akar, kulit batang, daun, getah, dan buahnya telah digunakan secara tradisional untuk mengobati berbagai penyakit. Saat ini masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui tentang adanya buah kawis, minimnya pengetahuan tentang buah kawis menyebabkan masyarakat tidak bisa membedakan mana buah kawis yang matang dan mana buah kawis yang masih mentah. Oleh karena itu dibuatlah identifikasi tingkat kematangan buah kawis menggunkaan algoritma Gray Level Co-occurance Matrix dengan memanfaatkan teknologi pengolahan citra digital untuk memudahkkan masyarakat menetukan mana buah kawis yang masih mentah dan yang matang menggunkan software Matlab. Penelitian ini menggunakan citra buah kawis sebanyak 78 citra dimana 52 citra digunakan untuk data training dan 26 citra digunakan sebagai data testing. Pada proses identifikasi, program akan membandingkan tingkat kookurensi yang dimiliki objek, kemudian akan dipilih tingkat kesesuaiaan yang paling tinggi dan diputuskan apakah objek tersebut merupakan buah kawis matang atau mentah. Berdasarkan hasil pengujian data, sistem dapat mengidentifikasi tingkat kematangan buah kawis dengan tingkat akurasi sebesar 88%. Metode statistik orde dua ini baik untuk mengidentifikasi karena tingkat akurasinya cukup akurat. Penelitian ini bisa dikembangkan lagi dengan menggunakan metode-metode lainnya seperti statistika orde satu, pengenalan pola, dan naive bayes untuk mendeteksi tingkat kematangan buah kawis sehingga didapatkan akurasi yang mungkin lebih baik dari metode ini. Kata kunci : Buah Kawis, GLCM, Matlab} }