@thesis{thesis, author={Arnesto Rollendio}, title ={Mutasi Genetik Dan Riwayat Keluarga Pada Kejang Demam (Febrile Seizure): Literature Review}, year={2023}, url={http://erepository.uwks.ac.id/15490/}, abstract={Anak adalah harapan keluarga dan setiap orang mempunyai kewajiban terhadap anak agar tumbuh dengan sehat dan baik, sehat baik tubuh maupun jiwanya. Masa anak-anak adalah masa yang rentan terhadap penyakit terutama penyakit infeksi, sehingga anak menderita berbagai gejala penyakit salah satunya adalah kejang demam. (Nurhayati et al., 2017) Kejang demam dapat didefinisikan sebagai perubahan suatu fungsi otak yang muncul secara mendadak serta sangat singkat yang disebabkan adanya abnormalitas dan aktivitas yang berlebihan pada saat pelepasan listrik serebral. (Rasyid et al., 2017). Kejang demam atau kejang neurologis lebih banyak ditemukan pada anak-anak. Kejang yang terjadi dengan peningkatan temperatur badan atau temperatur rektal (anus) mencapai lebih dari 38oC karena reaksi ekstrakranium, tanpa adanya ketidakseimbangan elektrolit atau tanpa demam sebelumnya merupakan definisi menurut sebagian besar literatur (Syarifatunnisa., 2021).} }