@thesis{thesis, author={Kupwaraningsih Dwi Septi}, title ={Pelaksanaan Vaksinasi PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) Pada Sapi Terhadap Keselmatan Kerja di Wilayah Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang}, year={2023}, url={http://erepository.uwks.ac.id/16169/}, abstract={Pada tahun 2022 tepatnya pada pertengahan bulan April munculnya kembali kasus PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) di beberapa daerah Indonesia yaitu Pulau Jawa dan Sumatra yang menjadi ancaman yang signifikan bagi para peternak. PMK merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus tipe A dari keluarga Picornaviridae, genus Apthovirus yakni Aphtaee epizootecae. Penyebaran virus ini dapat terjadi melalui cairan yang berasal dari lepuh dan air liur hewan yang telah terinfeksi atau melalui objek hewan yang terkontaminasi virus seperti peralatan peternakan. Wabah virus ini menyebar dan menular di kalangan hewan ternak ruminansia berkuku belah atau genap yang salah satunya yaitu sapi. Namun, perlu digaris bawahi penyakit ini tidak dapat menular pada manusia (bukan zoonosis), sehingga daging dansusu aman untuk dikonsumsi. Pengendalian penyebaran virus PMK meliputi vaksinasi PMK, bimbingan teknis biosekuriti, suntik vitamin dan pengobatan ternak sapi yang sakit. Selain pengendalian dan pengobatannya, para petugas perlu memperhatiakan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) pada saat melakukan kegiatan vaksinasi PMK. Tujuan K3 yaitu untuk melindungi dan menjaga hewan serta petugas tetap aman, sehat dan bebas dari penyakit di lingkungan maupun tempat kerja. Metode yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah metode deskriptif yang bertujuan untuk membuat deskripsi gambaran atau keadaan tentang penanganan dan pelaksanaan vaksinasi PMK pada sapi secara sistematis, faktual dan akurat terhadap keselamatan kerja. Hasil yang di peroleh yaitu kegiatan vaksinasi PMK pada sapi di Desa Senduro, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang sudah sesuai SOP. Para petugas atau paramedik melaksanakan vaksinasi PMK sesuai urutan tahap vaksinasi. Serta K3 yang dilakukan oleh vaksinator sudah cukup sesuai prosedur, dengan menggunakan pelindung (helm, masker, sarung tangan, sepatu boots, dll) sebagai pertahanan diri dari penyebaran penyakit menular seperti PMK} }