@thesis{thesis, author={Sanggrani Ni Wayan Chika Prisillia}, title ={Pengaruh pemberian ekstrak buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi Linn) terhadap zona hambat pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus}, year={2020}, url={http://erepository.uwks.ac.id/6191/}, abstract={Sanggrani, Ni Wayan Chika Prisillia. 2019. Pengaruh pemberian Ekstrak Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi Linn) Terhadap Zona Hambat Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus. Skripsi, Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Pembimbing : Ira Idawati, dr, M.Kes Ekstrak buah belimbing wuluh memiliki kandungan flavonoid, saponin dan triterpenoid, kandungan ini sebagai antibakteri. Peneliti ini bertujuan menganalisis mengenai pengaruh pemberian ekstrak buah belimbing wuluh terhadap zona hambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan post test control group design, biakan murni bakteri Staphylococcus aureus dengan besar sampel sebanyak 28 sampel yang terbagi dalam 7 kelompok perlakuan. Analisis data digunakan huji Kruskal-Wallis. Dari hasil analisis diketahui bahwa pemberian ekstrak buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi Linn) berpengaruh terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus degan hasil adanya perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan dengan sig. 0,001, pada P5 ditemukan diameter zona hambat yang paling tinggi. Pada P1 dengan konsentrasi sebesar 20% sudah menunjukkan diameter zona hambat, sehingga pada dosis ini sudah mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus} }