A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

@thesis{thesis, author={Rima Hardianti }, title ={KOEDUKASI: PERSPEKTIF AL-JAM’U BAINA MAS`ALAH AL-ŻUKRĀN WA AL-INĀṠ FĪ AL-MADĀRIS RASYID RIDHA DAN TEORI PSIKOSEKSUAL SIGMUND FREUD}, year={2020}, url={https://etd.umy.ac.id/id/eprint/1300/}, abstract={Koedukasi yang diterapkan dalam praktik pendidikan masih menuai prokontra di kalangan tokoh pemikir pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaaan koedukasi perspektif Rasyid Ridha dalam kitab Majalah AlManar yang berjudul Al-Jam?u Baina Mas`alah al-?ukr?n Wa al-In?? F? al-Mad?ris dan teori Psikoseksual yang dikembangkan oleh Sigmund Freud. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan termasuk pada kategori kepustakaan (library research) yakni sebuah penelitian yang fokus penelitiannya menggunakan sumber data yang berasal dari literature tertulis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-analisis yaitu digunakan untuk memaparkan biografi tokoh serta pemikiran masing-masing dari keduanya secara umum. Kemudian memberikan penjelasan yang sistematis, objektif dan reflektif atas analisis pemikiran keduanya; dan metode komprasi yang digunakan untuk membandingkan antara pandangan Rasyid Ridha dan Sigmun Freud mengenai Koedukasi, kemudian didapatkan persamaan dan perbedaan masing-masing pandangan keduanya. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa menurut Al-Jam?u Baina Mas`alah al-?ukr?n Wa al-In?? F? al-Mad?ris Rasyid Ridha, koedukasi merupakan praktik yang tidak baik dalam pendidikan Islam. Sedangkan menurut teori Psikoseksual Sigmund Freud, koedukasi perlu diterapkan karena akan menjadi stimulus perkembangan seksual anak. Terdapat empat belas aspek yang membedakan yaitu, penerapan koedukasi; perbedaan laki-laki dan perempuan; pembagian fase perkembangan seksual anak; masa usia pra sekolah; masa usia sekolah dasar; masa usia sekolah menengah; masa usia sekolah tinggi; peran lawan jenis; peran orang tua; peran teman sebaya lawan jenis; peran agama; peran sekolah; peran lingkungan; dan pendidikan khusus perampuan. Adapun persamaan dari keduanya tidak didapatkan secara signifikan, hal ini dikarenakan perbedaan mendasar yang melatar belakangi dua tokoh tersebut.} }