A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

@thesis{thesis, author={DESTANIA TRI KUSUMA W }, title ={EFEKTIVITAS EKSTRAK ECHINACEA TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGI LIEN PADA MENCIT (MUS MUSCULLUS) SEBELUM DIINFEKSI PLASMODIUM BERGHEI}, year={2013}, url={https://etd.umy.ac.id/id/eprint/13646/}, abstract={Pencegahan malaria dapat terjadi karena adanya peningkatan TNF-??&'?? IFN-?? 7K? \DQJ GDSDW PHQJDNWLIDVL PDNURIDJ GDQ PHQJRQWURO UHSOLNDVL SDUDVLW Plasmodium. Echinacea dipercaya mengandung derivat asam kafeat, alkalamid polisakarida dan glikoprotein yang mampu mengaktifasi kerja makrofag dan mengontrol replikasi parasit. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektivitas pemberian Echinacea sebagai immunomodulator terhadap perubahan gambaran histologi lien berupa ukuran diameter pulpa alba (putih) lien serta persebaran parasitemia pada lien mencit sebelum diinfeksi Plasmodium berghei. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimental laboratorik murni dengan pendekatan the post test ± control group design pada40 ekor mencit Swiss jantan berumur 5 minggu dengan berat rata-rata 25gram/ekor. Subjek dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok Phyllantus niruri dosis 2,028mg/ekor/hari (kontrol positif), Echinacea dosis 2,45mg/ekor/hari, 4,875mg/ekor/hari, 9,75mg/ekor/hari dan tanpa pengobatan (kontrol negatif). Semua kelompok kecuali kontrol negatif, selama 10 hari sebelum di infeksi Plasmodium berghei diberi perlakuan sesuai dosis. Kontrol positif diberikan Phyllantus niruri dosis 2,028gram/ekor/hari. Pada hari ke-10 dilakukan penginfeksian Plasmodium berghei. 5 hari setelah dilakukan infeksi, mencit-mencit tersebut dibunuh untuk diambil liennya guna dilakukan pengamatan histologi lien berupa diameter pulpa putih dan persebaran parasitemia lien. Hasil diuji dengan one way anova dengan program SPSS 15. Hasil dari uji normalitas kedua data normal (p>0,05) dan signifikan (p<0,05). Rerata diameter pulpa putih diperoleh data : kontrol positif 3,92 mikrometer, Echinacea dosis pertama 2,50 mikrometer, Echinacea dosis kedua 2,85 mikrometer, Echinacea dosis ketiga 3,47 mikrometer, dan kontrol negatif 3,53 mikrometer. Sedangkan rerata untuk persebaran parasit diperoleh hasil : kontrol positif 84,56, Echinacea dosis pertama 140,89, Echinacea dosis kedua 165,56, Echinacea dosis ketiga 188,44, dan kontrol negatif 289,89. Kesimpulan didasarkan pada hasil analisis data diperoleh rerata diameter pulpa putih menunjukkan Echinacea dosis pertama (2,45mg/ekor/hari) merupakan yang paling efektif yang terbukti dengan rerata diameter paling kecil dibandingkan kelompok lainnya. Sedangkan untuk rerata persebaran parasit di lien diperoleh data yang menunjukkan bahwa kontrol positif (Phyllantus niruri) masih merupakan yang paling efektif dibandingkan yang lainnya.} }