@thesis{thesis, author={Okky Wahyu Wicaksono}, title ={REPRESENTASI PENYUAPAN DALAM LIRIK LAGU PILIH SIDANG ATAU BERDAMAI OLEH GROUP BAND MORFEM (Studi Semiotika Representasi Penyuapan Dalam Lirik Lagu ”Pilih Sidang Atau Berdamai” Dari Group Band Morfem)}, year={2011}, url={http://www.upnjatim.ac.id}, abstract={ABSTRAKSI Okky Wahyu Wicaksono, 0443010155 Representasi Penyuapan Dalam Lirik Lagu Pilih Sidang Atau Berdamai Oleh Group Band Morfem (Studi Semiotika Representasi Penyuapan Dalam Lirik Lagu ?Pilih Sidang Atau Berdamai? Dari Group Band Morfem) Perkembangan musik Indonesia akhir-akhir ini sangat pesat mulai dari musik indie hingga musik mainstream, Salah satu band Indie dari Jakarta bernama Morfem. Band yang terbentuk pada akhir dekade lalu ini adalah proyek sampingan dari vokalis The Upstairs, Jinni Multhazam. Seperti lagu-lagu yang lainnya, Lagu terbaru band Morfem yang berjudul "Pilih Sidang atau Berdamai" memiIiki sebuah makna tersendiri tergantung pada orang yang mendengarnya. Lagu ?Sidang atau Berdamai" ini sendiri menceritakan tentang pengalaman seorang pemuda yang mengalami kesialan karena harus berurusan dengan polisi di jalan karena melanggar tata tertib lalu lintas Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui representasi penyuapan dalam lirik lagu ?Pilih Sidang atau Berdamai? yang dibawakan oleh group band Morfem. Teori yang digunakan adalah semilogi Roland Barthes yang mendasari kajian-kajian Barthes selanjutnya terhadap obyek-obyek kenyataan atau unsurunsur kebudayaan yang sering ditelitinya. Semiologi Barthes tersusun atas tingkatan-tingkatan sistem bahasa. Umumnya Barthes membuatnya dalam dua tingkatan bahasa, bahasa tingkat pertama adalah hahasa sebagai obyek dan bahasa tingkat kedua yang disebut metabahasa. Bahasa ini merupakan suatu sistem tanda yang memuat penanda dan petanda. Metode dalam penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, yaitu sebuah metode yang lebih menyesuaikan bila dalam penelitian ini kenyataanya ganda, menyajikan secara langsung hubungan antara peneliti dengan objek peneliti, lebih peka serta dapat menyesuaikan diri dengan banyak pengaruh terhadap pola-pola nilai yang dihadapi. Kesimpulan dari interpretasi lagu pilih ?Sidang atau Berdamai? yang dibawakan oleh band morfem adalah bahwa penyuapan yang terjadi disebabkan karena adanya tawaran dari oknum yang memiliki kekuasaan serta lemahnya kesadaran akan hukum dan tanggungjawab yang dimiliki oleh masyarakat. Melalui lagu ?Pilih Sidang atau Berdamai? dapat menyadarkan masyrakat serta oknum yang memiliki kekuasaan agar sadar bahwa tindakan penyuapan baik yang memberi suap atau menerima suap merupakan tindakan melanggar hukum. Keyword : Representasi, Semiotik, Lirik lagu ?Pilih Sidang Atau Berdamai?} }