@thesis{thesis, author={YORDAN BOY YULDAHARIES}, title ={IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PARKIR INSIDENTAL DI KABUPATEN SIDOARJO (Studi Kasus di GOR Gelora Delta Sidoarjo)}, year={2011}, url={http://www.upnjatim.ac.id}, abstract={ABSTRAKSI YORDAN BOY YULDAHARIES, 0541010047, IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PARKIR INSIDENTAL DI KABUPATEN SIDOARJO (STUDI KASUS DI GOR GELORA DELTA SIDOARJO), SKRIPSI, 2011. Dalam penelitian ini jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Analisis data yang digunakan adalah model interaktif Miles dan Huberman yang melalui tiga tahap yaitu : reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Informan dalam penelitian ini adalah dari Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo, beberapa petugas juru parkir di GOR Gelora Delta Sidoarjo dan masyarakat pengguna jasa layanan parkir insidental. Dari hasil temuan penelitian dikemukakan bahwa : implementasi kebijakan parkir insidental dituangkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Sidoarjo Nomor 1 Tahun 2006 tentang Retribusi Parkir dan Peraturan Bupati Nomor 46 Tahun 2009 tentang Pelayanan Parkir Oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Dalam hal implementasi kebijakan parkir insidental di Kabupaten Sidoarjo sebagai upaya memberikan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa layanan parkir insidental, dalam hal pengelolaannya retribusi parkir insidental dikelola oleh UPT Parkir Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo. Dalam pelaksanaannya kebijakan parkir insidental belum terimplementasi secara optimal. Hal tersebut terlihat dari pemberian fasilitas parkir yang ada masih kurang memadai, dimana fasilitas parkir tersebut hanya sebatas penunjang kegiatan parkir insidental yang sifatnya sangat sederhana. Sementara pada penerapan pemungutan retribusi parkir juga belum terimplementasi secara optimal, karena masih ada beberapa kesalahan yang dilakukan oleh petugas dilapangan dalam hal pemberian tanda bukti pembayaran (karcis) yaitu dengan menjadikan karcis yang semestinya ditempel pada kendaraan tapi karcis tersebut diberikan kepada pengguna jasa parkir lainnya. Kedua masalah diatas disebabkan karena dalam aturan yang ada masih bersifat secara umum, bukan secara khusus yang mengatur lebih jelas dan rinci tentang peraturan dan prosedur parkir insidental. Berdasarkan temuan peneliti diatas disarankan : Pemerintah Kabupaten Sidoarjo hendaknya memperhatikan lebih jauh dan membuat aturan pelaksana dengan jelas dan rinci tentang parkir insidental agar kebijakan parkir insidental dapat terimplementasi secara optimal. Serta Perlunya pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan kepada para juru parkir dalam melaksanakan pemungutan retribusi parkir insidental di GOR Gelora Delta Sidoarjo sebagai upaya untuk memperkecil kesalahan yang terjadi di lapangan, karena pengawasan dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan parkir insidental.} }