@thesis{thesis, author={Fericha Mirafianty}, title ={ANALISIS PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN AGGREGAT PLANNING DI PT. KRAKATAU STEEL}, year={2012}, url={http://eprints.upnjatim.ac.id/4371/}, abstract={Dengan meningkatnya persaingan anatar perusahaan, tentunya perusahaan akan lebih meningkatkan kualitas menejemennya agar dapat tetap bertahan dalam persaingan. Salah satunya adalah memperbaiki kelangsungan produksi agar dapat memenuhi permintaan konsumen dengan tepat waktu, tentunya juga dengan biaya produksi seminimal mungkin. PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) Tbk untuk menghindari ketidakpastian permintaan, perusahaan sudah melakukan peramalan permintaan berdasarkan data penjualan tahun ? tahun.tetapi hasil dari peramalan tersebut belum dapat diimplementasikan dengan baik dikarenakan dalam perencanaan permintaan tersebut perusahaan tidak mempertimbangkan kapasitas dari sumberdaya yang dimiliki perusahaan( kapasitasmesin, tenagakerja, teknologi yang dimiliki, dan lain-lain ). Sehingga perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan dengan tepat waktu yang mengakibatkan kehilangan penjualan pada waktu ? waktu tertentu. Juga timbulnya biaya persediaan yang tinggi diakibatkan kurangnya pengendalian dalam menentukan jumlah persediaan yang tepat disesuaikan dengan peramalan permintaan, hal ini menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi perusahaan, Perencanaan agregat merupakan cara untuk memperkirakan jumlah output yang akan diproduksi untuk memenuhi permintaan selama periode perencanaan (3 sampai 18 bulan) ke depan dan disesuaikan dengan kapasitas produksi perusahaan. Perencanaan agregat memungkinkan perusahaan untuk menyusun suatu cara pemanfaatan sumber daya perusahaan secara optimal, agar dapat mencapai kapasitas yang efektif dan efisien yang dibuat berdasarkan ramalan permintaan di masa yang akan datang. Hasil penelitian Berdasarkan perencanaan produksi agregat Januari 2011 ? Desember 2011 didapatkan total biaya produksi sebesar Rp 982.696.100.000 dan total biaya riil produksi sebesar Rp 1.138.363.000.000 , maka diperoleh penghematan sebesar 13,67 % yakni Rp 155.666.900.000 Sedangkan untuk total biaya produksi di 12 periode yang akan datang yakni Januari 2012 ? Desember 2012 sebesar Rp 415.244.600.000 Kata Kunci: Perencanaan Produksi Agregate, Peramalan (Forecasting), Biaya Produksi} }