@thesis{thesis, author={RAFIT YAMAN}, title ={KAJIAN INSEKTISIDA ORGANIK (URIN SAPI & SERBUK BIJI MIMBA) TERHADAP MORTALITAS LARVA (Spodoptera Litura.)}, year={2010}, url={http://eprints.upnjatim.ac.id/4935/}, abstract={Di Indonesia, hama ulat grayak menjadi hama pemakan daun kedelai paling penting dibandingkan dengan hama daun lainnya, seperti ulat jengkal, ulat tongkol jagung dan ulat penggulung daun. Pengendalian ulat grayak telah dilakukan dengan berbagai upaya seperti penggunaan sex-pheromon maupun dengan pengendalian biologis menggunakan Bacillus thuringencis (Bt) dan SlNPV (Spodoptera Litura Nuclear Polyhedrosis Virus). dengan alternatif penggunaan insektisida tetap menonjol, bahkan cenderung dilakukan secara tidak bijaksana. Akibatnya, di beberapa sentra produksi kedelai dilaporkan hama ulat grayak menjadi resisten (Muchlish, 2008). Percobaan faktor tunggal dengan empat macam perlakuan ditempatkan dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) diulang lima kali. Seperti pada Perlakuan: A adalah Urin sapi 100 cc + (1 Liter) air, B adalah Serbuk biji mimba ( sbm) 20 gr + (1 Liter) air C adalah Campuran (100 cc A + 100 cc B) + Liter , dan D adalah Air (Kontrol) Hasil pengamatan pada tiga perlakuan Spodoptera litura dengan pencelupan daun kedelai yang direndam pada urin sapi dan serbuk biji mimba jumlah mortalitas larva Spodoptera litura hampir sama pada hari ke 6 (enam), sedangkan pada perlakuan campuran urin sapi dan serbuk biji mimba jumlah mortalitas larva spodoptera litura paling tinggi yakni pada hari ke 4 (empat), kejadian ini disebabkan oleh bertambah kuatnya toksitas akibat adanya percampuran senyawa serbuk biji mimba dan urin sapi} }