@thesis{thesis, author={AGNES SORTA ANGGRAINI.}, title ={Persepsi Masyarakat Surabaya Mengenai Iklan Pajak “Apa Kata Dunia” (Studi Deskriptif Kualitatif Mengenai Persepsi Masyarakat Surabaya Mengenai Iklan Pajak “Apa Kata Dunia”)}, year={2010}, url={http://www.upnjatim.ac.id/}, abstract={ Penelitian ini didasarkan pada fenomena Penggelapan pajak senilai 25 Milyar oleh Gayus Tambunan, sehingga timbullah Gerakan 1.000.000 Facebooker menolak membayar pajak, namun hal tersebut tidak membuat DirJen Pajak berhenti menanyangkan iklan pajak ?apa Kata dunia?. Penelitia ini menaruh perhatian pada masalah pada pandangan masyarakat mengenai iklan himbauan membayar pajak, sementara adanya kasus penggelapan pajak oleh Gayus Tambunan. Teori yang dipalai dalam penelitian ini adalah teori Atribusi, yaitu proses menyimpulkan motif, maksud, dan karakteristik orang lain dengan melihat pada perilakunya yang tampak, teori atribusi ini dikemukakan oleh Baron and Byrne dalam buku Psikologi Komunikasi milik Jalaludin Rakhmat. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Penentuan informan juga dilakukan dengan teknik sampling snowball, yaitu dengan cara menemukan seorang terlebih dahulu, lalu meminta sejumlah informan lain yang mereka kenal, yang dapat menjadi informan berikutnya, melalui informan-informan tersebut, kita menemukan informan lebih banyak lagi. Analisi data penelitian berupa proses pengkajian hasil wawancara, pengamatan dan dokumen yang telah terkumpul. Data kemudian direduksi, karena pada saat proses pengambilan data tersebut tidak langsung terdapat proses analisis. Sedangkan interpretasi data bertujuan untuk memberikan makna terhadap hasil analisis data yang dilakukan serta mencari implikasinya terhadap teori yang sudah dilakukan untuk menafsirkan hasil analisis. Dari data-data yang telah dianalisis oleh peneliti mengenai bagaimana persepsi masyarakat Surabaya mengenai iklan pajak ?apa kata dunia? setelah adanya kasus penggelapan pajak oleh Gayus Tambunan, terdapat 2 kesimpulan yang berbeda, antara informan-informan yang mulai malas membayar pajak dengan informan-informan yang tetap mentaati membayar pajak.} }