@thesis{thesis, author={ADI NUGRAHA W}, title ={PEMANFAATAN LIGNIN HASIL PROSES DELIGNIFIKASI PULP DARI KULIT BUAH KAKAO SEBAGAI PEREKAT}, year={2013}, url={http://eprints.upnjatim.ac.id/5516/}, abstract={Lignin mengandung molekul-molekul polifenol yang dapat berfungsi sebagai bahan perekat, namun lignin harus dikopolimerisasi agar dapat dijadikan lem atau perekat. Salah satunya adalah Lignin Resorcinol Formaldehid (LRF) dan Lignin Penol Formaldehid (LPF), dimana LRF dan LPF selama ini masih import dari Belgia dan Jepang. Pada penelitian ini lignin yang digunakan adalah hasil limbah proses delignifikasi kulit buah kakao. Lignin digunakan untuk mengurangi emisi formaldehid yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan pencemaran lingkungan. Dengan demikian pembuatan perekat ini bertujuan untuk mengurangi konsumsi import akan perekat tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan cara mereaksikan penol atau resorcinol dengan formaldehid yang dengan variasi subtitusi lignin sebesar 10%, 15%, 20%, 25%, 30% berat lignin yang dihitung berdasarkan massa Penol. Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan hasil bahwa Lignin Resorsinol Formaldehid dan Lignin Penol Formaldehid yang telah dibuat hasilnya mendekati standart perekat LRF dan LPF secara internasional, yaitu pH antara 8 -10, densitas antar 0,88- 1,2 gr/ml, viskositas antara 4,48-7,26 cPs. Sedangkan untuk kereaktifan LRF yaitu 26,52%, LPF yaitu 7,31% dimana lem komersial memiliki kereaktifan sebesar 36,71%. Daya r ekat LRF yaitu 3,42 kg/cm 2, LPF yaitu 0,15 kg/cm 2 dimana lem komersial memiliki daya rekat sebesar 3,65 kg/cm 2 .} }