@thesis{thesis, author={MASLAKHAH NOOR}, title ={AN ANALYSIS OF STUDENTS’ ANXIETY LEVELSIN SPEAKING (A Case Study in SMK NU Ma’arif)}, year={2018}, url={http://eprints.umk.ac.id/9516/}, abstract={Kecemasanadalahsuatuposisidimanakamumenjaditakut, khawatir, nerves, kesulitantentangsesuatu yang menganggu. Level kecemasanadalah level kecemasanpadakeadaanketikaseseorangmenjaditakut, cemas, stress, nerves untukberbicarabahasainggris. Menurut Stuart dan Sudden (2002), ada 3 level padakecemasan. Merekaadalahringansedang, berat. Kecemasandisebabkankarenabeberapa factor. BerdasarkanHorwitz, Horwitzdan Cope(1986:127), merekaadalah, kesulitanberkomunikasi, kecemasan test danketekutanterhadappenilaian yang negatif. Berdasarkandaripermasalahandalampenelitian, tujuandaripenelitianiniadalahuntukmencari level kecemasansiswa, untukmencarifaktor yang menyebabkankecemasanpadasiswa, dancarasiswauntukmengatasikecemasanmerekapadakemampuanberbicarabahasainggris di SMK NU Ma’arif Kudus padatahunpelajaran 2017/2018. Metode yang digunakanpadapenelitianiniadalahpenelitiankualitatif. Data padapenelitianiniadalah level kecemasansiswa, factor-factor yang menyebabkankecemasandan Cara-carasiswamengatasikecemasan. Sumber data padapenelitianiniadalahsiswakelas X TKR 1 di SMK NU Ma’arif Kudus padatahunpelajaran 2017/2018. Sebagaihasildarianalisiskuesionertertutup, penulismenemukanduahasil. Petama, hasilkecemasandari 36 siswa di X TKR 1. Seluruhsiswamengalamikecemasanpadaberbicara. Level tertingidarikecemasansiswaadalah level sedangdenganpresentasi 56%, kemudian level keduaadalah level ringandenganpresentasi 36%. Dan Peringkatterakhiradalah level beratdenganpersentasi 18%. Dari kuesionertertutuppenulisjugamenemukanhasildarifaktor yang menyebabkankecemasanpadasiswa. Kesulitanberkomunkasiadalahfaktortertinggi yang menyebabkankecemasanpadasiswadimanamemilikinilaisebesar 59%, kemudiandiikutiolehketakutanpadapenilaian yang negatifdimanamemilikinilaisebesar 23%. Dan terkahir. Dari hasilanalisiswawancara, penulismendapatkanbebrapacatauntukmnatasikecemasanyansudahdilakukanolehsiwa. Merekamencobauntuktenang, focus, berfikirpositif and mempersiapkandenganbaikuntukaktifitasberbahasainggris. Padaakhirpenelitiaanini, penulismenyarankanbahwasetiapsiswaharusberlatihlebihuntukberbicarabahasainggris, belajarlebihbanyakkosakata, sehinggamerekaakanmerasapercayadiriuntukmenyampaikanpekerjaanmereka. Penulisberharappenelitianinidapatdigunakansebagaireferensiuntukseseorang yang memilikipersamaanpenelitianpadakecemasan di pembelajaranbahasainggris.} }