@thesis{thesis, author={Saputra }, title ={analisis pengaruh role overload terhadap job burnout dan implikasinya terhadap job satisfaction dan turnover intentions: telaah pada karyawan pt abc properti}, year={2018}, url={http://kc.umn.ac.id/6100/}, abstract={Seiring dengan tuntutan profesionalitas yang tinggi di perusahaan, karyawan PT ABC Properti diharuskan untuk menyelesaikan semua pekerjaan tepat pada waktunya. Namun tidak menutup kemungkinan beberapa karyawan tidak mampu menyelesaikan semua pekerjaan secara bersamaan dan mengakibatkan kelelahan dalam bekerja. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh positif role overload terhadap job burnout, untuk mengetahui pengaruh negatif job burnout terhadap job satisfaction dan untuk mengetahui pengaruh positif job burnout terhadap turnover intentions pada karyawan PT ABC Properti. PT ABC Properti harus segera mengantisipasi fenomena ini agar sumber daya manusia mereka tetap loyal dan bertahan dalam perusahaan. Oleh karena itu penelitian ini akan membahas tentang pengaruh role overload dari karyawan PT ABC Properti yang mempengaruhi job burnout, job satisfaction dan turnover intentions. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan metode sampling non - probability. Melalui teknik judgemental sampling, pengumpulan data primer diperoleh dari penyebaran kuesioner secara offline sebanyak 101 responden kepada karyawan PT ABC Properti. Data yang sudah terkumpul lalu diolah dengan menggunakan AMOS dan diambil dengan metode Structural Equation Modeling (SEM). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dari role overload terhadap job burnout, terdapat pengaruh negatif dari job burnout terhadap job satisfaction namun data tidak mendukung hipotesis, dan yang terakhir terdapat pengaruh positif dari job burnout terhadap turnover intentions. Dapat disimpulkan dengan adanya analisis yang dilakukan, PT ABC Properti sebaiknya melihat kembali job analysis terhadap setiap karyawan untuk mengetahui jumlah peran atau beban kerja karyawan dan diharapkan untuk mengkondisikan para karyawan agar dapat merasa pekerjaannya berarti dengan memberikan reward non financial sebagai bentuk apresiasi, seperti the best employee.} }