@thesis{thesis, author={Kunwisono Eko}, title ={Efektifitas Dealer Financing dengan Menggunakan Perspektif Balanced Scorecard pada PT. Istana Bandung Raya Motor di Bandung}, year={2014}, url={}, abstract={Modalmerupakansumberdayaperusahaansangatmenentukandansebagaipembatas aktivitasperusahaan. Kebijakandealer financingmerupakansalahsatusistempermodalan yang sangatmenguntungkan, baikbagi bank maupunperusahaan. Dealer financingmerupakanvariabel yang sangatmenentukanbagikinerjaperusahaan PT. Istana Bandung Raya Motor di Bandung. Olehkarenaitu, judulpenelitianiniadalah“Efektivitasdealer financingdenganmenggunakanBalanced Scorecardpada PT. Istana Bandung Raya Motor di Bandung”.Penelitianinibertujuanuntuk mengetahui kinerja PT. Istana Bandung Raya Motor di Bandung berdasarkan perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internaldanperspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.Penelitian kualitatif digunakan melalui pengamatan observasi dengan menggunakan panca indera penulis, dan wawancara khusus dengan pimpinan perusahaan, sehingga didapat informasi yang relevan yang digunakan hanya sebagai tambahan informasi mengenai permasalahan yang diteliti. Kemudian dilakukan juga penelitian terhadap beberapa sumber pustaka untuk memperkuat serta mempertajam dalam analisis dan pembahasan. Hasilpenelitianpada kinerja keuangan PT. Istana Bandung Raya Motor di Bandung tahun 2008-2012menunjukkanbahwa perspektif keuangan yang diukur melalui aspek PertumbuhanPendapatan, Current Ratio, Financial Leverage, ROI serta Net Profit Marginsecara umum memperlihatkan kondisi kinerja yang masihdapatdikatakankurang.Perspektif pelanggan yang diukur dengan Customer Retention, Customer Acquisition, dan Customer Complain secara umum memperlihatkan kondisi kinerja yang memuaskan.Perspektif proses bisnis internal diukur dengan perhitungan MERR dan Perjanjian pihak ketiga pada kinerja proses bisnis internal secara umum memperlihatkan kondisi kinerja yang baik.Perspektif pertumbuhan dan pembelajaran diukur dengan perhitungan Employee Retention, Employee Training dan Absenteeism secara umum memperlihatkan kondisi kinerja yang kurang baik. Kemudian disarankan perkembangan PT. Istana Bandung Raya Motor agar perusahaan mampu memelihara dan meningkatkan profitabilitas, kuantitas dan kualitas kinerja perusahaan secara keseluruhanmelalui seleksi penerimaan pegawai agar dapat disesuaikan dengan keahlian dan kompetensi yang dimiliki pegawai agar tingkat employee retention dapat mengalami penurunandan pelatihan sertapeningkatan kompetensi SDM harus dapat diperhatikan dan dikembangkan agar peningkatan kualitas karyawan dalam rangka meningkatkan pelayanan dealer dan memberikan image menjadi lebih optimal.} }