@thesis{thesis, author={Rahmani Amilah Ridho}, title ={Pengaruh Rasio Bahan dengan Pelarut Terhadap Mutu Minyak Atsiri Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) Menggunakan Metode Ultrasound-Assisted Extraction (UAE)}, year={2019}, url={}, abstract={Pandan wangi merupakan salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pemberi aroma pada produk makanan atau dapat juga diolah menjadi minyak atsiri. Minyak atsiri ini memiliki banyak manfaat dan biasa digunakan sebagai pewangi, farmasi, kosmetika dan aroma terapi. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mendapatkan minyak atsiri adalah Ultrasound AssistedExtraction (UAE). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio bahan dengan pelarut terhadap mutu minyak atsiri daun pandan wangi dengan metode Ultrasound-Assisted Extraction (UAE). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Pelarut yang digunakan adalah n-heksan. Variasi rasio bahan dengan pelarut yang digunakan adalah 1:20, 1:25, 1:30, 1:35 dan 1:40 (b/v). Setiap perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak tiga kali. Waktu ekstraksi dengan gelombang ultrasonik (UAE) yaitu selama 40 menit dengan amplitudo 50%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan penggunaan rasio bahan dengan pelarut mempengaruhi nilai rendemen dan mutu minyak astiri daun pandan wangi yang dihasilkan. Semakin tinggi rasio bahan dengan pelarut maka rendemen total, bobot jenis dan indeks bias meningkat, sedangkan bilangan asam dan kadar sisa pelarut menurun. Rasio bahan dengan pelarut 1:40 (b/v) merupakan perlakuan terbaik dengan rendemen total sebesar 4,33%. Minyak atsiri daun pandan wangi yang dihasilkan berwarna kuning kemerahan dengan nilai bobot jenis 0,8301, indeks bias 1,350, bilangan asam 4,4481 mg KOH/g, dan kadar sisa pelarut sebesar 71,83%.} }