@thesis{thesis, author={Aziz Hayatul Fikri}, title ={QASĪDAH WĀ HARRA QALBĀHU KARYA ABU THAYYIB AL MUTANABBI (ANALISIS STRUKTUR DAN MAKNA)}, year={2018}, url={}, abstract={Puisi dapat digunakan sebagai sumber informasi mengenai tingkah laku, nilai-nilai, dan permasalahan yang terjadi pada masyarakat. Makna yang terkandung dalam puisi sangat dipengaruhi oleh keadaan sekitar yang mempengaruhi kehidupan penyairnya. Sebagai seorang penyair pada zaman Daulah Abbasiyah, Al-Mutanabbi mengungkapkan protes dan tanggapannya atas permasalahan yang terjadi antara dia dengan Saif ad-Daulah sang penguasa pada saat itu, dalam sebuah puisi berjudul Wā Harra Qalbāhu. Sayangnya, banyaknya bentuk ekspresi tidak langsung dalam puisi, membuat pembaca sulit memahami makna dan pesan yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan struktur dan makna yang terkandung dalam puisi Wā Harra Qalbāhu karya Al-Mutanabbi menggunakan teori Semiotika Riffaterre dengan metode deskriptif analisis. Dalam memahami makna puisi, teori ini menggunakan empat tahapan, yaitu mengungkapkan ekspresi tidak langsung, pembacaan heuristik dan hermeneutik, menjelaskan model, matriks, dan varian, serta mengungkapkan hipogram puisi. Penelitian ini menunjukkan bahwa puisi Wā Harra Qalbāhu merupakan alat yang digunakan Al-Mutanabbi untuk mendapatkan kembali perhatian Saif ad-Daulah sang peguasa yang membencinya karena hasutan penyair lain yang iri atas kedekatannya dengan penguasa. Dalam puisi ini Al-Mutanabbi menyebutkan kondisi hatinya yang terluka karena cinta yang besar kepada Saif Ad-Daulah. Puisi ini berisi pujian dan pesan kepada Saif ad-Daulah. Al-Mutanabbi juga menyebutkan kelebihan-kelebihan dirinya serta celaan dan hinaan untuk penyair yang menyebabkan pertengkarannya dengan penguasa. Puisi ini menjadi bentuk peringatan dan tanggapan dirinya kepada Saif ad-Daulah agar dapat menerimanya kembali.} }