@thesis{thesis, author={Wigiyanti Ema Trie}, title ={Pengaruh Level Glutathione dalam Pengencer Tris Kuning Telur terhadap Motilitas dan Abnormalitas Sperma Domba Lokal Post Thawing}, year={2016}, url={}, abstract={Sperma domba lokal kaya akan Poly-Unsaturated Fatty Acids (PUFA), sehingga mudah diserang senyawa oksigen reaktif (peroksidasi lipid) selama proses pembekuan. Penambahan glutathione ke dalam pengencer diharapkan dapat melindungi sperma dari senyawa oksigen reaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh level glutathione dalam pengencer tris kuning telur terhadap motilitas dan abnormalitas sperma domba lokal post thawing. Level glutathione yang diuji adalah 0, 3, 4, 5, dan 6 mM sebagai P1, P2, P3, P4, dan P5. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan lima ulangan. Data dianalisis statistik dengan Sidik Ragam dan apabila terdapat perbedaan antar perlakuan diuji lanjut dengan uji Jarak Berganda Duncan. Hasil analisis terhadap motilitas menunjukkan bahwa P4 berbeda nyata lebih tinggi (41,90±3,82%) dibandingkan P1, P2, dan P5 (34,06±3,14; 36,04±2,99; dan 36,48±2,36%), namun tidak berbeda nyata dengan P3 (38,57±3,32%); sedangkan pada abnormalitas tidak terdapat perbedaan nyata antarperlakuan P1-P5 (1,50±0,28; 1,55±0,07; 1,54±0,22; 1,26±0,17; dan 1,38±0,37%). Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa level glutathione dalam pengencer tris kuning telur berpengaruh terhadap motilitas, namun tidak berpengaruh terhadap abnormalitas; dan level glutathione 4 dan 5 mM dalam pengencer tris kuning telur menghasilkan motilitas tertinggi pada sperma domba lokal post thawing. Kata kunci: glutathione¸ sperma domba lokal, motilitas, abnormalitas.} }