@thesis{thesis, author={Girabie Ludwi}, title ={Analisis Elemen Arsitektur Endapan Channel Pada Lintasan Sungai Cipamingkis Formasi Jatiluhur}, year={0000}, url={}, abstract={Analisis elemen arsitektur pada channel dilakukan pada lintasan Sungai Cipamingkis Formasi Jatiluhur, dengan panjang betangan lebih dari 3 km. Endapan channel dan asosiasinya umumnya dipengaruhi oleh sistem arus turbudit pada slope setting. Dalam penentuan elemen arsitektur pada daerah penelitian mempertimbangakan rekaman staratigrafi, yang dikarakteristikan berdasarkan fasies, asosiasi fasies, internal geometri, dan bounding surface. Terdapat 7 litofasies dan dikelompokan menjadi 3 asosiaasi fasies. Elemen channel umumnya tersisi oleh material dengan ukuran butir yang relatif kasar dan memperlihatakan amalgamasi, lapisan tebal serta batupasir yang bergradasi (Bouma Ta, Tab, dan Tac Division), adapun material halus yang ditemukan seperti batulempung dan batulanau merupakan interchannel fill serta perselingan tipis batupasir dengan kedudukan posisi stratigrafi yang lebih tua dari elemen channel yang diindikasikan sebagai levee element dan berasosiasi dengan elemen channel. Levee element terbentuk karena adanya proses slumping yang mengarah menuju channel belt. Terdapat 4 elemen channel yang teridentifikasi pada lintasan sungai Cipamngkis yang dapat dibedakan berdasarkan karakterisitik material penyusun dan internal geometrinya. Penumpukan elemen channel yang bersifat vertical stack menyusun sebuah channel complex pada daerah penelitian, dengan evolusi channel element dimulai dari incision hingga agradation-migration. Implikasi terhadap analogi slope channel reservoir, setiap elemen channel memiliki karaktersitik dan potensi sebagai reservoir, namum amalgamasi dan material kasar memiki sifat baik untuk dijadikan reservoir.} }