@thesis{thesis, author={Anggraini Novi}, title ={PRODUKSI BIOSURFAKTAN DARI Serratia marcescens PADA pH MEDIUM YANG BERBEDA}, year={0000}, url={}, abstract={Biosurfaktan merupakan metabolit sekunder berupa senyawa aktif permukaan yang dihasilkan bakteri. Serratia marcescens merupakan salah satu bakteri penghasil biosurfaktan sebagai agen MEOR. Produksi biosurfaktan dapat dipengaruhi beberapa faktor seperti pH medium. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan pH optimal medium Serratia marcescens untuk memproduksi biosurfaktan. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksploratif deskriptif yang terdiri dari tahap persiapan dan peremajaan isolat bakteri; menentukan fase stasioner bakteri; ekstraksi biosurfaktan berdasarkan pH media yang berbeda; karakterisasi biosurfaktan dengan KLT (Kromatografi Lapis Tipis) dan FTIR (Fourier Transform Infra Red); serta uji aktivitas biosurfaktan dengan mengukur tegangan permukaan, pengukuran indeks emulsifikasi serta simulasi LBM. Hasil penelitian menunjukkan bakteri Serratia marcescens dapat tumbuh dan menghasilkan biosurfaktan paling optimal pada medium pH 8. Pada uji karakterisasi FTIR biosurfaktan menunjukkan senyawa yang bersifat polar (OH; C=O; dan C-O) dan non polar (C-H dan CH3) yang merupakan biosurfaktan golongan lipopeptida, uji KLT biosurfaktan menunjukkan nilai Rf 0,55. Pada pH 8 Serratia marcescens mampu menurunkan tegangan permukaan sebesar 7 dyne/cm dari 30 dyne/cm menjadi 23 dyne/cm dan mengemulsi crude oil sebesar 74%. Hasil simulasi LBM sudut kontak 30 menyisahkan lebih sedikit minyak dibandingkan dengan sudut kontak 150. Berdasarkan hal tersebut Serratia marcescens diketahui potensial untuk dijadikan agen MEOR.} }