@thesis{thesis, author={Alam Pangersaning Gusti Bayu}, title ={Diplomasi Empati Ariana Grande atas Tragedi Manchester Arena Bombing Pada Tahun 2017}, year={0000}, url={}, abstract={Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai pelaksanaan diplomasi empati yang dilakukan oleh Ariana Grande pasca tragedi Manchester Arena Bombing yang terjadi di Inggris pada tahun 2017. Ariana Grande, sebagai selebritas internasional, merupakan salah satu aktor populer dalam pelaksanaan diplomasi emosional. Sebagai sub-syarat dari pelaksanaan diplomasi emosional, Grande mengajak pemerintah Inggris untuk secara bersama-sama mencari perhatian dari khalayak secara luas untuk menyuarakan peristiwa ini. Grande membangun narasi emosi empati atas kejadian ini, yaitu anti-terorisme dan keprihatinan terhadap korban, dengan menggalang solidaritas ke bawah (masyarakat Machester) dan memberikan himbauan ke atas (pemerintah Inggris) untuk menyuarakan narasi bersama dalam pertunjukan diolomasi emosional. Pelaksanaan diplomasi empati Ariana Grande atas tragedi terorisme yang terjadi dianalisis melalui metode penelitian kualitatif melalui wawancara dan studi kepustakaan, dengan menggunakan teori diplomasi emosional Todd Hall, yaitu diplomasi empati. Diplomasi empati tersebut diekspresikan melalui berbagai tampilan yang menunjukkan gestur ekspresif dan gestur substantif. Secara spesifik, gestur ekspresif yang dilakukan oleh Grande ditampilkan melalui pernyataan yang disampaikan melalui akun media sosial pribadinya serta simbol pita telinga kelinci miliknya sebagai tampilan dari solidaritas dan anti-terorisme. Sementara, secara substantif ditampilkan melalui kunjungan rumah sakit dan penggalangan dana melalui konser amal One Love Manchester. Hasil penelitian menunjukkan berbagai tampilan empati Grande mendapatkan resepsi dari target audiens, yaitu masyarakat Manchester dan pemerintah Inggris, untuk menampilkan narasi yang sama dengannya. Bersama dengan pemerintah Inggris sebagai pihak labor dan masyarakat Manchester sebagai pihak popular, narasi yang disuarakan dalam pertunjukan diplomasi emosional menjadi harmonis dan terperhatikan ke kalangan yang lebih luas.} }