@thesis{thesis, author={Kristianto Taufiq Ilmam}, title ={Implementasi Metode Aggregate Planning Untuk Meningkatkan Efisiensi Biaya Pada Pabrik Penggilingan Beras Totiti}, year={2015}, url={}, abstract={Beras merupakan makanan pokok bagi hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia sehingga menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan konsumsi beras paling tinggi di dunia dan menjadikan beras sebagai salah satu komoditi utaama di Indonesia. Hal ini menyebabkan tumbuh dan berkembangnya industri penggilingan beras di Indonesia. Tuntutan terhadap peningkatan efisiensi pada perusahaan semakin tinggi, terlebih dalam menghadapi permintaan pasar yang fluktuatif. Untuk mencapai tingkat efisiensi tersebut, sebuah perusahaan dapat menggunakan salah satu keputusan operasi yaitu penjadwalan. Selain itu, dalam menghadapi tingkat permintaan yang fluktuatif, perusahaan dapat menggunakan aggregate planning untuk menyusun rencana produksinya. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode aggregate planning terhadap perencanaan produksi di pabrik penggilingan beras (PB) Totiti. PB Totiti saat ini hanya merencanakan produksi berdasarkan pengalaman dan intuisi, tidak pernah menggunakan metode peramalan secara kuantitatif. PB Totiti menggunakan tenaga kerja tetap pada jam kerja reguler dan melakukan overtime apabila tingkat permintaan ada pada titik tertinggi. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang akan dilakukan adalah studi lapangan dan studi pustaka. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode peramalan moving average karena memiliki tingkat kesalahan peramalan terkecil. Kemudian, penelitian dilanjutkan dengan menggunakan strategi dalam aggregate planning sebagai perencanaan produksi dengan menggunakan metode peramalan weighted moving average. Hasil dari perhitungannya adalah dengan menggunakan chase strategy dengan menambah tenaga kerja sebanyak 3 kali dan mengurangi tenaga kerja sebanyak 4 kali dalam periode tersebut, PB Totiti dapat melakukan penghematan biaya sebanyak Rp 93.289.417,00, dengan asumsi bahwa perubahan tingkat tenaga kerja tidak akan mempengaruhi suasana kerja sehingga tidak berdampak negatif pada produktivitas tenaga kerja.} }