@thesis{thesis, author={MUSLIM MUSLIM and Yusrizal Yusrizal and ZAHROH KHUSNUL LATHIFA}, title ={TRADISI BASUNTIANG BAGI MARAPULAI DALAM ADAT PERKAWINAN DI KENAGARIAN INDRAPURA KABUPATEN PESISIR SELATAN}, year={2020}, url={http://repo.bunghatta.ac.id/1104/}, abstract={Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tradisi yang unik di Kenagarian Indrapura karena di Kenagarian ini marapulainya (pengantian laki-laki) memakai suntiang (sunting), sedangkan di Kenagarian lain marapulainya memakai saluak . Hal ini dikarenakan dahulnya di nagari Indrapura terjadi perperangan memperebutkan wilayah. Pada perperangan yang terjadi tersebut orang Indrapura menyambut pihak lawan dengan salah satu dari anak daro (pengantian perempuan), sehingga tertariklah pihak lawan dengan salah satu dari anak daro itu. Dengan demikian maka dipakaikanlah suntiang oleh orang Indrapura kepada lawan tersebut. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui proses pelaksanaan tradisi basuntiang, mengetahui sejarah tradisi basuntiang bagi marapulai, mengetahui makna dan nilai yang terkandung serta mengetahui perubahan yang terjadi di masyarakat dalam melaksanakan tradisi basuntiang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pelaksanaan tradisi basuntiang sama dengan proses perkawinan secara adat Minangkabau umumnya namun yang membedakannya yaitu pada hiasan kepala yang digunakan oleh marapulai. Penyebab terjadinya tradisi basuntiang bagi marapulai yaitu dilatar belakangi oleh perperangan memperebutkan wilayah. Dengan terjadi perperangan tersebut orang Indrapura menyambut pihak lawan dengan tarian dan anak daro, sehingga tertariklah pihak lawan ini dengan salah satu dari anak daro tersebut. Dengan demikian maka dipakaikanlah suntiangoleh orang Indrapura kepada lawan tersebut. Adapun makna dan nilai yang terkandung dalam tradisi basuntiang yaitu nilai adat dan nilai agama serta perubahan di masyarakat dalam melaksanakan tradisi basuntiang terlihat dari suntiang yang mana dahulu suntiang berasal dari kerajaan sedangkan sekarang tidak dan kurangnya keingintahuan generasi muda terhadap tradisi. Kata kunci : Tradisi Marapulai Basuntiang, Adat Perkawinan} }