@thesis{thesis, author={Eriza Nelfi and Nurbayanti Nurbayanti and PUSPAWATI PUSPAWATI}, title ={ANALISIS AFIKSASI BAHASA MENTAWAI DI DUSUN SIKAREURU KEPULAUAN MENTAWAI}, year={2017}, url={http://repo.bunghatta.ac.id/14333/}, abstract={Afiksasi adalahproses pembubuan afiks pada suatu bentuk baik berupa bentuk tunggal maupun bentuk kompleks untuk membentuk kata-kata baru. Adapun tujuan penelitian ini adalah untukmendeskripsikanbentuk, fungsi, dan makna afiksasibahasaMentawai di DusunSikareuruKepulauanMentawai. Untukmenganalisisafiksasi Bahasa Mentawaidi Dusun Sikareuru Kepulauan Mentawaidarisegibentuk, fungsi, danmakna, digunakanteoriChaer. Penelitianinimenggunakanmetodedeskriptif. Dalampengumpulan data digunakanmetodesimakdengantekniksimaklibatcakapdanteknikbebaslibatcakap. Di sampingitupenulisjugamenggunakanteknikrekamdanteknikcatat. Selanjutnya, untuk menganalisis data digunakanmetodeagihdenganmenerapkanteknikbagiunsurlangsung. Berdasarkan hasil penelitian, bentukafiksasi bahasa Mentawai di Dusun SikareuruKepulauan Mentawai yang ditemukanadalah (1) prefiks mu-, pasi- pa-,i- , na-, sana-, se-, danka- . (2) Sufiksterdiridarisufiks -aken, I, -an, dan ?na. (3) Konfiksterdiridarikonfikska-an, mu-an, se-na. (4) Klofiks yang ditemukanterdiridariklofikspasi-aken, pasi-i, pasiper-aken, mu-aken, i- aken, i-i, iper-aken. Fungsiafiksasi yang ditemukanadaempat, yaitu (1) pembentukverba.(2) pembentukadverbia (3) pembentuknomina (4) ajektiva (5), sedangkanMaknaafiksasi yang ditemukan, yaitu (1) melakukantindakan (2) menayakansesuatu (3) menyatakankeadaan (4) memakaiataumengenakan (5) melakukanpekerjaan (6) menyatakansesuatu (7) memilikiataumempunyai (8) tidaksengajadibaca (9) tidaksengajadilihat (10) menyatakansatu (11) berisiataumengandung (12) menyatakanurutanbilangan (13)menyebabkanmalu (14) menyebabkantakut (15) banyaksertatidakteratur.} }