@thesis{thesis, author={Ineng Naini and Intan Hidayati and Yetty Morelent}, title ={TEKNIK RETORIKA PEWARA NAJWA SHIHAB DAN PEWARA KARNI ILYAS PADA MEDIA SOSIAL YOUTUBE}, year={2023}, url={http://repo.bunghatta.ac.id/15715/}, abstract={Tujuan penelitian ini ialah mengungkapkan teknik retorika pewara Najwa Shihab dan pewara Karni Ilyas pada media sosial Youtube aspek ethos, pathos, dan logos. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah teori Aristoteles aspek ethos, pathos, dan logos dalam (Rakhmat, 2001), (Effendy 2003), (Sanjaya, 2017) dan (Luhukay, 2007). Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa teks tuturan Pewara Najwa Shihab dan Pewara Karni Ilyas transkrip dari video unduhan di kanal Najwa Shihab dan Kanal Indonesia Lawyers Club. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dalam penelitian ditemukan bahwa pewara Najwa Shihab lebih dominan menggunakan teknik retorika aspek ethos sebanyak 63 kali penggunaan dari pada aspek pathos sebanyak 54 kali dan aspek logos sebanyak 15 kali penggunaan. Sedangkan pada Pewara Karni Ilyas lebih dominan menggunakan teknik retorika aspek pathos sebanyak 36 kali dalam membawa acara daripada aspek ethos sebanyak 55 kali dan aspek logos sebanyak 11 kali penggunaan. Najwa Shihab sering menggunakan ethos pada saat membuka acara, menanggapi, bertanya, dan menutup acara. Pada penggunaan aspek ethos Najwa Shihab tampak sudah menerapkan secara maksimal. Najwa Shihab selalu menggunakan pathos di akhir diskusi ketika menutup acara. Najwa Shihab menggunakan pathos pada saat membuka acara, menanggapi, bertanya, dan menutup acara. Najwa Shihab sering menggunakan logos pada saat menanggapi, dan memberi pertanyaan. Pada saat membuka acara Najwa Shihab selalu menggunakan ethos. Pada saat menutup acara Najwa Shihab selalu menggunakan ethos dan pathos. Sedangkan, KI sering menggunakan ethos pada saat menanggapi, dan bertanya saja, tidak pernah menerapkan ethos secara maksimal di pembuka acara. Pada penggunaan aspek ethos KI tampak belum menerapkan secara maksimal. KI selalu menggunakan pathos di awal diskusi ketika membuka acara. KI menggunakan pathos pada saat membuka acara, menanggapi, bertanya, dan tidak pernah digunakan di akhir atau penutup acara. KI sering menggunakan logos pada saat membuka acara dan menutup acara. Pada saat membuka acara KI selalu menggunakan pathos dan logos. Pada saat menutup acara KI selalu menggunakan logos.} }