@thesis{thesis, author={Dwi Astuti Palupi and Saifuddin Muhammad Huda Teguh}, title ={PENYELESAIAN SENGKETA INTERNASIONAL MELALUI ARBITRASE INTERNASIONAL (STUDI KASUS GARUDA INDONESIA DAN HELICE LEASING S.A.S)}, year={2023}, url={http://repo.bunghatta.ac.id/16106/}, abstract={Dalam penyelenggaraan hubungan internasional tidak bisa di pungkiri akan terjadinya sengketa antar pihak yang terlibat, seperti sengketa yang terjadi diantara Garuda Indonesia dan Helice Leasing S.A.S yang timbul akibat tindakan wanprestasi yang dilakukan pihak Garuda Indonesia yang menyebabkan pihak Helice Leasing S.A.S melayangkan tuntutan atas kerugian yang didapatkannya. Ketentuan ini di atur dalam Undang-Undang nomor 30 Tahun 1999 Tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa, Konvensi New York 1958 dan Peraturan Mahkamah Agung R.I No.1/1990. Rumusan Masalah : (1) Bagaimanakah pengaturan penyelesaian sengketa internasional melalui arbitrase? (2) Bagaimanakah putusan penyelesaian sengketa melalui arbitrase antara Garuda Indonesia dengan Helice Lessor S.A.S ?. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif, dengan sumber data sekunder yang terdiri dari. Bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan studi dokumen/ penelitian pustaka, yang hasilnya akan dianalisa secara kualitatif. Hasil penelitian: (1) pengaturan penyelesaian sengketa internasional melalui arbitrase merupakan penyelesaian sengketa melalui jalur non litigasi dengan dasar hukum The Hauge Convention For The Pacific Settlemen of International Dispute (tahun 1899 dan 1907), Pasal 33 piagam PBB dan (2) putusan penyelesaian sengketa melalui arbitrase antara Garuda Indonesia dengan Helice Lessor S.A.S. yang mana pihak garuda Indonesia harus melaksanakan kewajibanya yakni membayarkan biaya sewa pesawat.} }