@thesis{thesis, author={arzul arzul and Ija Darmana and TRIS SAFRI YETNO}, title ={ANALISIS KARAKTERISTIK RELAI ARUS LEBIH DAN RELAI GANGGUAN TANAH PADA PENYULANG RAYON TABING}, year={2018}, url={http://repo.bunghatta.ac.id/18092/}, abstract={Tingkat keandalan distribusi tenaga listrik PT PLN (Persero) cabang Padang khususnya di Rayon Tabing sebagian besar penyulang masih belum optimal. Hal ini disebabkan karena relai proteksi yang tidak terkoordinasi pada setiap penyulang. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan keandalan tenaga listrik adalah dengan mengatur ulang proteksi relai arus lebih dan relai gangguan tanah pada penyulang. Sehingga saling terkoordinasi dengan baik dan di harapkan jika terjadi gangguan pada salah satu penyulang tidak akan membawa black out pada penyulang lain. Dalam penelitian ini dianalisis arus hubung singkat pada sisi 20 kV. Dari hasil analisis diperoleh pengaturan relai proteksi baru berdasarkan perhitungan pengaturan arus hubung singkat dan membandingkan hasil dengan relai proteksi yang ada. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan keandalan tenaga listrik adalah dengan mengatur ulang relai proteksi pada setiap penyulang. Berdasarkan analisis arus hubung singkat pada masing-masing penyulang. Arus gangguan hubung singkat terbesar terdapat pada penyulang DPR, untuk gangguan hubung singkat 3 fasa dengan lokasi gangguan 1 %, yaitu sebesar 6155,11 Ampere dengan setting relai arus lebih 0,3 detik. Arus gangguan hubung singkat terkecil terdapat di gangguan 1 fasa dengan lokasi gangguan 100 %, yaitu sebesar 282,87, dengan setting relai gangguan tanah 0,3 detik. Hal ini dikarenakan saluran penyulang DPR terpendek dibandingkan dengan penyulang lain, dan pada sisi incoming waktu kerja relai 0,7 detik. Kata kunci : Penyulang, Relai Arus Lebih, dan Relai Gangguan Tanah.} }