@thesis{thesis, author={Susanti Meti Yuni}, title ={Asuhan Keperawatan Pada Klien Febris Convulsion Dengan Masalah Hipertermia Di Ruang Anak Rsud Bangil}, year={2016}, url={http://repo.stikesicme-jbg.ac.id/4761/}, abstract={Febris convulsion atau yang biasa disebut kejang demam, merupakan penyakit neurologi pada anak yang paling sering terjadi dan memerlukan kecermatan diagnosis dalam memberikan penanganan secara keseluruhan, beberapa faktor diduga menjadi penyebab kejang demam salah satunya adalah peningkatan suhu tubuh (Hipertermi). Metode yang digunakan dalam asuhan keperawatan an ?R? dan an ?B? yang mengalami febris convulsion dengan masalah hipertermia adalah metode deskriptif.dalam bentuk studi kasus. Dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan studi kepustakaan Hasil asuhan keperawatan secara komprehensif pada An ?R? dan An ?B? dari data pengkajian kasus pada pengkajian data subjektif dan data objektif didapatkan melalui ungkapan bahwa keluarga klien 1 mengeluh kejang dan panas.keadaan umum klien lemas, kesadaran komposmentis, GCS 4-5-6. Tanda-tanda vital tekanan darah 90/50 mmHg, Suhu : 38,8ÂșC, Nadi : 120 x/menit, Respiration rate : 26 x/menit.Sedangkan keluarga klien.Kesimpulan dari asuhan keperawatan pada an ?R? dan an ?B? yang mengalami febris convulsion dengan masalah hipertermia yaitu terjadi perbedaan perkembangan, hal ini dapat dilihat dari segi perkembangannya. Anak dengan perkembangan lebih tinggi akan mampu menyerap informasi dan pengetahuan lebih cepat sehingga perkambangan kesehatannya cepat berkembang. Kata Kunci :Asuhan keperawatan,Febrile Convulsion,Hipertermia.} }