@thesis{thesis, author={Satria Danang Tri Putra}, title ={Daya Hambat Ekstrak Etanol Jahe Putih (Zingiber Officinale Var. Amarum) Terhadap Candida Albicans Secara In Vitro}, year={2016}, url={http://repo.stikesicme-jbg.ac.id/5288/}, abstract={Salah satu tanaman obat yang banyak dipergunakan oleh masyarakat Indonesia dan telah lama dikenal adalah rimpang jahe putih (Zingiber officinale var. amarum), jahe putih ini memiliki aktivitas antijamur, salah satunya pada Candida albicans. Kandungan kimia jahe yang berperan sebagai antijamur antara lain fenol, eugenol, seskuiterpene dan monoterpene. Desain penelitihan ini adalah eksperimental analitik, dengan analisa data deskriptif metode dilusi padat. Konsentrasi ekstrak 20%, 40%, dan 80% diuji terhadap Candida albicans. Masing-masing sebanyak 1 ml konsentrasi ekstrak dan enceran suspensi jamur dituangkan ke dalam tiap cawan petri seteril. Media Sabauraud Dextrose Agar (SDA) yang masih cair dituangkan kedalam cawan petri sebanyak 9 ml. Inkubasi ke dalam inkubator pada suhu 37 c selama 24 jam. Koloni jamur yang tumbuh jumlahnya, dan ditentukan kadar konsentrasi ekstrak menunjukan tidak ada pertumbuhan koloni (kadar hambat minimum/KHM). Hasil penelitian ini menunjukan jumlah koloni yang tumbuh pada konsentrasi 20% ekstrak jahe putih sebanyak 282 koloni, 40% sebanyak 56 koloni, 80% tidak tumbuh koloni dan pada kontrol negatif sebanyak 1.290 koloni. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa daya hambat ekstrak etanol jahe putih (Zingiber officinale var. amarum) dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans pada konsentrasi 20%, 40% dan 80%. Pada konsentrasi 20% adalah nilai KHM (kadar hambat minimum). Kata kunci: Daya hambat, jahe putih (Zingiber officinale var. amarum), Candida albicans} }