@thesis{thesis, author={Sunarti A1N316053}, title ={Pembuatan Dan Pelestarian Budaya Sarung Tenun Tradisional Pada Masyarakat(Studi Di Kelurahan Ambeua Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi)}, year={2019}, url={http://repo.uho.ac.id/120/}, abstract={ABSTRAK Sunarti, Stambuk A1N316053, Judul Skripsi “Pembuatan dan Pelestarian Budaya Sarung Tenun Tradisional Pada Masyarakat Di Kelurahan Ambeua Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi”, di bimbing oleh Drs. La Batia, M.Hum dan Dra.Irawaty, M.Pd masing-masing selaku Pembimbing I dan Pembimbing II. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana proses pembuatan sarung tenun tradisional di Kelurahan Ambeua Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi (2) Bagaimana upaya pelestatikan budaya sarung tenun tradisional pada masyarakat Kelurahan Ambeua Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi.Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) Untuk menjelelaskan proses pembuatan sarung tenun tradisional di Kelurahan Ambeua Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi, (2) Untuk mendeskripsikan upaya pelestarikan budaya sarung tenun tradisional pada masyarakat Kelurahan Ambeua Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi. Metode penelitian ini merupakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah merangkum data,menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Proses pembuatan sarung tenun di Kelurahan Ambeua Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi adalah terdapat tiga tahapan tenun yaitu: Pertama, Purunga atau proses menggulung benang. Kedua, Oluri yaitu proses menyusun setiap helai lembaran benang pada alat yang telah disiapkan sebelumnya dan dengan cara-cara tertentu pula. Ketiga, Homoru yaitu proses menenun benang hingga menjadi satu lembar sarung. Proses ini memakan waktu tiga minggu sampai satu bulan untuk satu kain. (2) Upaya pelestarian budaya sarung tenun pada masyarakat di Kelurahan Ambeua Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi antara lain: (a) Proses peran serta, cara keluarga dan masyarakat di Kelurahan Ambeua dengan mendorong budaya kebiasaan menenun, sejak umur 10-14 tahun harus terus menerus memperkenalkan kegiatan menenun pada anak-anak atau sekolah dasar agar tetap terjaga kemudian memberinya kesempatan menenun kepada mereka untuk menenun. (b) Proses bimbingan, cara keluarga di Kelurahan Ambeua melakukan proses penerusan nilai yang bermuatan keterampilan menenun yaitu dengan sebuah proses pendidikan, Bagi kaum perempuan di Kelurahan Ambeua yang ingin bisa dengan melihat penenun langsung tentang bagaimana proses menenun tersebut, kemudian menirukannya langsung sebagaimana yang telah mereka amati. Jika perilaku menenun itu dilakukan secara rutin maka dalam waktu yang tidak terlalu lama mereka telah dapat menenun sebagaimana generasi terdahulunya. Kata Kunci: Pembuatan, pelestarian, sarung tenun ATBM} }