@thesis{thesis, author={TRI SUDRAJAT BUDIONO A1O1 15 038}, title ={IMPLEMENTASI KONSEP TRILOGI KI HAJAR DEWANTARA OLEH GURU PKN PADA PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DI SMA NEGERI 3 KONAWE SELATAN}, year={2019}, url={http://repo.uho.ac.id/164/}, abstract={ABSTRAK Tri Sudrajat Budiono (A1O115038) “Implementasi Konsep Trilogi Ki Hajar Dewantara oleh Guru PKn pada Pembentukan Karakter Siswa di SMA Negeri 3 Konawe Selatan”. Dibimbing oleh Hamuni selaku pembimbing I dan Muh. Yusuf selaku pembimbing II. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui implementasi konsep Ing ngarso sung tulodo oleh guru PKn pada pembentukan karakter siswa di SMA Negeri 3 Konawe Selatan, (2) untuk mengetahui implementasi konsep Ing madyo mangun karso oleh guru PKn pada pembentukan karakter siswa di SMA Negeri 3 Konawe Selatan, (3) untuk mengetahui implementasi konsep Tutwuri handayani oleh guru PKn pada pembentukan karakter siswa di SMA Negeri 3 Konawe Selatan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian bertempat di SMA Negeri 3 Konawe Selatan. Responden penelitian adalah 3 orang guru PKn. Informan penelitian adalah kepala sekolah dan 2 orang siswa. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Konsep ing ngarso sung tulodo oleh guru PKn pada pembentukan karakter siswa di SMA Negeri 3 Konawe Selatan sudah terlaksana, namun belum maksimal. Secara keseluruhan dari lima indikator keteladanan guru hanya tiga indikator diterapkan dengan baik; keteladanan berbuat jujur dan tidak suka berbohong, keteladanan akhlak mulia, dan keteladanan bersikap mandiri dan bekerja keras. Berdasarkan kelima indikator tersebut terdapat dua indikator yang belum terlaksana secara maksimal; keteladanan disiplin dalam menjalankan tugas dan keteladanan menunjukkan kecerdasannya, (2) Konsep ing madyo mangun karso oleh guru PKn pada pembentukan karakter siswa di SMA Negeri 3 Konawe Selatan sudah terlaksana secara keseluruhan dari tiga indikator peran guru sebagai motivator diterapkan dengan baik; bersikap terbuka, membantu siswa agar mampu memahami dan memanfaatkan potensi yang ada pada dirinya secara optimal, dan menciptakan hubungan yang serasi dan penuh kegairahan dalam interaksi belajar mengajar di kelas, (3) Konsep tut wuri handayani oleh guru PKn pada pembentukan karakter siswa di SMA Negeri 3 Konawe Selatan sudah terlaksana, namun belum maksimal. Secara keseluruhan dari lima indikator peran guru sebagai fasilitator hanya empat indikator diterapkan dengan baik; mendengarkan dan tidak mendomonasi, bersikap sabar, menghargai dan rendah hati, dan berwibawa. Berdasarkan kelima indikator tersebut terdapat salah satu indikator yang belum terlaksana secara maksimal yakni bersikap sederajat. Kesimpulan penelitian ini bahwa konsep trilogi Ki Hajar Dewantara sudah terlaksana, namun belum maksimal. Secara keseluruhan dari lima indikator keteladanan guru pada konsep ing ngarso sung tulodo hanya tiga indikator diterapkan dengan baik dan lima indikator peran guru sebagai fasilitator pada konsep tut wuri handayani hanya empat indikator diterapkan dengan baik oleh guru PKn di SMA Negeri 3 Konawe Selatan. Maka hal ini akan memberikan pengaruh terhadap pembentukan karakter siswa. Kata kunci: Trilogi Ki Hajar Dewantara, Pembentukan karakter, Guru PKn} }