@thesis{thesis, author={ISKANDAR A1N3 16 065}, title ={BUDAYA KARIYA SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER PADA REMAJA PEREMPUAN DI KELURAHAN WASOLANGKA KECAMATAN PARIGI KABUPATEN MUNA}, year={2020}, url={http://repo.uho.ac.id/540/}, abstract={ABSTRAK Iskandar (A1N3 16 065). Dengan judul skripsi ”Budaya Kariya Sebagai Media Pendidikan Karakter pada Remaja Perempuan di Kelurahan Wasolangka Kecamatan Parigi Kabupaten Muna” di bawah bimbingan Dr. H. Jamiludin, M.Hum dan Pendais Hak, S.Ag, M.Pd, masing-masing selaku pembimbing I dan pembimbing II. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah, (1) Untuk menguraikan eksistensi budaya kariya pada masyarakat Muna di Kelurahan Wasolangka. (2) Untuk mendeskripsikan nilai-nilai yang terkandung dalam budaya kariya pada masyarakat Muna di Kelurahan Wasolangka .. (3) Untuk menguraikan implikasi nilai-nilai kariya sebagai pendidikan karakter pada remaja perempuan di Kelurahan Wasolangka. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi, teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan pengamatan. Analisis data dilakukan melalui model interaktif yang terdiri dari a) reduksi, b) penyajian data, c) penarikan kesimpulan. Validitasi data yang terdiri dari a) perpanjangan pengamatan b) triangulasi, triangulasi sumber, triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Eksistensi budaya kariya sebagai pendidikan karakter pada remaja perempuan di Kelurahan Wasolangka masih terus dijalankan sampai saat ini, walaupun dengan berbagai perubahan-perubahan yang ada. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi keberlansungan budaya kariya tersebut adalah sebagai berikut: (a) Syarat untuk kebersihan atau kesucian seorang wanita, (b) Kewajiban orang tua untuk melunasi utangnya kepada putrinya. (2) Nilai-nilai budaya kariya dapat dijabarkan ke dalam delapan prosesi yaitu kafoluku, kabhansule, kalempagi, katandhono wite, katandhono wite, linda kahapui, bhe kaghorono bhansa. (3) Implikasi nilai-nilai pendidikan karakter pada budaya kariya dapat dijabarkan kedalam beberapa prosesi diantaranya yaitu kafoluku mengandung nilai pengenalan diri, kabhansule nilai pemahaman peran perempuan dalam kehidupan masyarakat, kalempagi nilai pemahaman peran perempuan dalam kehidupan masyarakat, katandhono wite nilai membangun rendah hati dan tanggung jawab, dan linda nilai aktualisasi diri dan pentingnya nilai estetika. Kata Kunci: Eksistensi, Nilai, Implikasi dan Pendidikan Karakter} }